Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Self Management Pada Siswa Akselerasi dan Siswa Reguler Kelas X SMA Negeri 3 Malang

Alfinda Kurnia Dewi

Abstrak


ABSTRAK

 

Dewi, Alfinda Kurnia. 2013. Perbedaan Self Management Pada Siswa Akselerasi Dan Siswa Reguler Kelas X SMA Negeri 3 Malang. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Anies Syafitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog (2) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci: self management, siswa akselerasi, siswa regular

 

Self management adalah suatu prosedur pengembangan tingkah laku yang dilakukan oleh individu terhadap dirinya sendiri dalam usaha pengembangan diri secara optimal. Dalam hal ini jika diterapkan pada siswa berarti suatu strategi dalam pendidikan yang digunakan oleh pelajar untuk bisa mengontrol cara belajarnya sehingga dapat mencegah dan membuang faktor-faktor penghambat belajar. Banyak hal yang mempengaruhi self management seseorang, salah satunya adalah dilihat dari jenis kelas yaitu akselerasi dan reguler.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dan komparatif. Analisis komparatif menggunakan analisis parametrik dengan Independent Samples T Test. Penelitian ini memiliki 1 variabel terikat yaitu self management dengan 2 variabel bebas yaitu siswa akselerasi dan siswa reguler. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Akselerasi SMA Negeri 3 Malang dan X IPS 1 SMA Negeri 3 Malang sebanyak 51 orang dengan jumlah seimbang (23 akselerasi dan 28 reguler). Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala self management (α=0,917).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Self management siswa akselerasi berada pada kategori tinggi yaitu (82,6%), (2) Self management siswa reguler berada pada kategori tinggi yaitu (75%), (3) Tidak ada perbedaan self management pada siswa akselerasi dan siswa reguler kelas X di SMA Negeri 3 Malang (sig. 0,116).

Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengambilan sampel secara lebih luas misalnya se kota Malang atau mengganti variabel-variabel lain yang mungkin dapat mempengaruhi self management, misalnya kematangan emosi, yang mungkin dapat mempengaruhi secara signifikan terhadap self management seseorang.