Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Kasus Deskripsi Kebutuhan Akan Cinta Pada Pria Dewasa Awal Yang Memiliki Kecenderungan Depresi

Rochman Hadi

Abstrak


ABSTRAK

 

Hadi, Rochman. 2013. Studi Kasus Deskripsi Kebutuhan Akan Cinta pada Pria Dewasa Awal yang Memiliki Kecenderungan Depresi. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fattah Hanurawan M.Si,. M.Ed. (2) Anies Syafitri S.Psi,. M.Psi.

 

Kata kunci: kebutuhan akan cinta, depresi, pria dewasa awal

 

Mencintai dan dicintai merupakan prasyarat bagi adanya perasaan yang sehat. Sebaliknya, tanpa cinta orang akan dikuasai oleh perasaan kebencian, rasa tak berharga, dan kehampaan. Secara manusiawi dalam hubungan interpersonal seperti itu, kadang kala terjadi apa yang kita namakan putus cinta, yang pada akhirnya menimbulkan patah hati. Jika kita memang masih belum terlalu membutuhkan cinta, kita akan bisa menghadapinya secara biasa saja. Namun, apabila kita merasa sangat membutuhkannya kita akan mengalami apa yang dinamakan dengan stres yang bisa jadi berujung pada depresi.

Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan kebutuhan akan cinta pada pria dewasa awal yang memiliki kecenderungan depresi. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan model penelitian studi kasus. Dalam hal ini subyek yang dipilih adalah tiga orang pria dewasa awal dengan kriteria mengalami depresi sebagai akibat dari kebutuhan akan cintanya yang tidak terpenuhi.

Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah: (1) wawancara mendalam, (2) observasi partisipan, (3) kuesioner BDI (Beck Depression Inventory). Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah: triangulasi sumber.

Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) pada ketiga subyek memiliki kebutuhan akan cinta yang ingin dipuaskan. Hanya saja ketika figur cinta yang subyek anggap mampu menjadi pemuas kebutuhannya itu gagal didapatkan, sebagai implikasi ketiga subyek tersebut mengalami apa yang dinamakan dengan depresi. (2) Depresi pada pria cenderung ditunjukkan melalui upaya pelarian-pelarian kepada hal substansial misalnya dengan meminum alkohol, memakai narkoba, mengikuti komunitas di luar rumah, dan lain-lain. (3) Wujud pelarian kedalam hal substansial tersebut malah membuat pria lebih merana dan sakit daripada wanita. Selain itu, pria yang terdampak depresi cenderung akan menyendiri dan tidak menunjukkan bahwa dia tengah mengalami depresi karena pria tidak ingin nampak lemah dihadapan orang lain.

Saran yang diajukan oleh peneliti: bagi ketiga subyek yang mengalami depresi karena kebutuhan akan cintanya tidak terpenuhi adalah diharapkan mendapatkan penanganan medis yang berkelanjutan, bagi pihak keluarga diharapkan untuk berperan aktif dengan memberikan dukungan sosial yang positif dalam upaya membantu proses penyembuhan pada ketiga subyek, dan bagi peneliti selanjutnya ialah subyek penelitiannya bisa dicoba pada jenis kelamin yang berbeda, yakni pada wanita.