Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Intensitas Komunikasi Dan Prasangka Politik Dengan Hubungan Sosial Pada Anggota Partai di Kota Batu

Asep Abianto

Abstrak


ABSTRAK

 

Abianto, Asep. 2013. Hubungan Antara Intensitas Komunikasi dan Prasangka Politik Dengan Hubungan Sosial Pada Anggota Partai Di Kota Batu. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pem-bimbing: (I) Anies Syafitri, S.Psi.,M.Psi. (II) Ninik Setyowati, S.Psi., M.Psi.

 

Kata kunci: intensitas komunikasi, prasangka politik, hubungan social

 

Anggota Partai sebagai aktor politik dalam tingkat yang paling dasar (grass root) sangat rentan terhadap konflik vertikal maupun horisontal. Konflik yang paling nyata yaitu biasa terjadi ketika PEMILU di daerah maupun tingkat nasional, persaingan dalam memperoleh atau mempertahankan kekuasaan yang mempengaruhi hubungan sosial mereka, bisa jadi disebabkan karena komunikasi yang salah hingga prasangka yang tumbuh diantara mereka.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan anta-ra intensitas komunikasi dan prasangka politik dengan hubungan sosial pada ang-gota partai politik, Rancangan dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif korelasional. Subyek penelitian berjumlah 33 orang anggota Partai PDI-Perjuangan Kota Batu, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala intensitas komunikasi, skala prasangka politik, dan skala hubungan sosial. Skala-skala tersebut menggunakan model method of summated rating atau model Likert. Data hasil pengukuran dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi product moment dan analisis regresi linear berganda

Berdasarkan hasil analisis data pada variabel intensitas komunikasi dan hubungan sosial, dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment, di-peroleh r hitung sebesar 0,449 dengan signifikansi 0,009 (sig0,05). Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan anta-ra prasangka politik dan hubungan sosial. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, diketahui nilai F=3,824 (p=0,033 < 0,05), hal ini berarti bahwa inten-sitas komunikasi dan prasangka politik secara simultan berhubungan dengan hub-ungan sosial.

Disarankan untuk: (1) Bagi anggota partai, disarankan agar mempertahankan intensitas komunikasi, yang meliputi aspek-aspek, saling jujur, terbuka, saling mendukung, bersikap positif dan empati, disarankan pula untuk selalu menghindari prasangka, serta disarankan untuk meningkatkan hubungan sosial di masyarakat. (2) Bagi masyarakat, agar mempererat hubungan sosial dengan berkomunikasi secara mendalam serta berpikir positif untuk menghilangkan prasangka. (3) Bagi Peneliti Selanjutnya, agar peneliti mencoba variabel-variabel lain yang dapat menjelaskan tentang hubungan sosial, serta mengkaji ulang mengenai variabel intensitas komunikasi dan prasangka politik, peneliti juga disarankan merubah atau menambah subyek penelitian.