Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Kematangan Emosi dan Kemandirian Perilaku pada Siswa-Siswi Kelas XI SMAN 1 Arjasa Ditinjau Dari Jenis Kelamin

Tia Wahyu Lestari

Abstrak


ABSTRAK

 

Lestari, Tia Wahyu. 2013. Perbedaan Kematangan Emosi dan Kemandirian Perilaku pada Siswa-Siswi Kelas XI SMAN 1 Arjasa Ditinjau Dari Jenis Kelamin. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Anies Syafitri, S.Psi., M.Psi., (2) Ninik Setiyowati, S.Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci: kematangan emosi, kemandirian perilaku, jenis kelamin

 

Kematangan emosi merupakan kemampuan seseorang dalam mengendalikan emosi, mengekspresikan dengan tepat dan dapat diterima oleh masyarakat dan mampu memahami serta menyelesaikan emosi yang dialami. Kemandirian perilaku adalah kemampuan seseorang untuk bertindak, mengambil keputusan secara mandiri tanpa tergantung dengan orang lain, terutama orang tua. Banyak hal yang mempengaruhi tingkat kematangan emosi dan kemandirian perilaku seseorang, salah satunya adalah jenis kelamin.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dan komparatif. Analisis komparatif menggunakan multivariate. Penelitian ini memiliki 2 variabel terikat, yaitu kematangan emosi dan kemandirian perilaku dengan 1 variabel bebas yaitu jenis kelamin. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI IPA 4 dan XI IPS 2 sebanyak 60 orang dengan jumlah seimbang (30 laki-laki dan 30 perempuan). Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kematangan emosi (α=0,902) dan skala kemandirian perilaku (α=0,765).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tidak ada perbedaan kematangan emosi pada siswa-siswi kelas XI ditinjau dari jenis kelamin (sig. 0,610), (2) Tidak ada perbedaan kemandirian perilaku pada siswa-siswi kelas XI ditinjau dari jenis kelamin (sig. 0,109), dan (3) Tidak ada perbedaan kematangan emosi dan kemandirian perilaku pada siswa-siswi kelas XI ditinjau dari jenis kelamin (sig. 0,073).

Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengembangan skala yang lebih baik lagi, baik skala kematangan emosi maupun skala kemandirian perilaku sehingga dapat mengurangi kemungkinan subjek untuk memberikan respon yang normatif serta menambah atau mengganti variabel-variabel lain yang mungkin dapat mempengaruhi tingkat kematangan emosi dan kemandirian perilaku, misalnya pola asuh yang diterapkan oleh orang tua, peer group, usia, urutan kelahiran, dsb, yang mungkin dapat mempengaruhi secara signifikan terhadap tingkat kematangan dan kemandirian perilaku seseorang.