Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN ADVERSITY QUOTIENT ANTARA MAHASISWA PECINTA ALAM DENGAN MAHASISWA YANG TIDAK MENGIKUTI ORGANISASI DI UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Brilian Tri Wicaksono

Abstrak


ABSTRAK

 

Wicaksono, Brilian Tri. 2013. Perbedaan Adversity Quotient antara Mahasiswa Pecinta Alam dengan Mahasiswa yang Tidak Mengikuti Organisasi di Universitas Negeri Malang. Skripsi,  Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Tutut Chusniyah, M.Si (II) Ika, Ardini Farida, S.Psi, M.Psi.

 

Kata kunci : adversity quotient, mahasiswa pecinta alam

 

Adversity Quotient (AQ) adalah kemampuan seseorang dalam menghadapi kesulitan/permasalahan kemudian dapat mengubahnya menjadi peluang. Adversity Quotient memiliki empat dimensi ukur yang disebut CO2RE yaitu dimensi kendali (Control=C), dimensi asal usul – kepemilikan (Origin – Ownership=O2), dimensi jangkauan (Reach=R), dan dimensi daya tahan (Endurance=E). Kegiatan pendakian gunung (yang membuat Paul G.Stoltz mengadakan berbagai riset dan penelitian mengenai AQ), merupakan salah satu kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam yang memiliki kesulitan tinggi. Mahasiswa Pencinta Alam merupakan organisasi kemahasiswaan yang berkedudukan dalam suatu intitusi pendidikan tinggi yang dibentuk sebagai wadah pendidikan lingkungan hidup dan kepencintaalaman. Stoltz (2003) menjelaskan bahwa organisasi dengan AQ yang tinggi, mendorong anggotanya untuk berusaha mencapai tujuannya.

Penelitian ini bertujuan untuk megetahui perbedaan Adversity Quotient antara Mahasiswa Pecinta Alam dengan Mahasiswa yang Tidak Mengikuti Organisasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sampel penelitian ini sebanyak 60 orang mahasiswa dengan rincian 30 orang yang termasuk dalam anggota Mahasiswa Pecinta Alam dan 30 orang mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive quota sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Adversity Response Profile (ARP) yang telah disesuaikan kedalam situasi keorganisasian sebanyak 34 aitem yang valid dengan reliabilitas menggunakan formula Alpha Cronbach sebesar 0,917. Data hasil penelitian ini dianalis menggunakan uji perbedaan dengan menggunakan uji t.

Berdasarkan analisis data penelitian diperoleh hasil bahwa (1) Mahasiswa Pecinta Alam memiliki rata-rata skor Adversity Quotient sebesar 99,73 dengan tingkat Adversity Quotient sedang dan mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi sebesar 90,43 dengan tingkat Adversity Quotient sedang (2) Adversity Quotient antara Mahasiswa Pecinta Alam dengan mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi memiliki perbedaan (p=0,0000,05), O2 (p=0,045>0,05), R (p=0,007> 0,05), E (p=0,012>0,012)). (4) Mahasiswa Pecinta Alam lebih banyak yang memperoleh tingkat dimensi penyusun Adversity Quotient tinggi (dimensi C=14 orang, O2=14 orang, R=11 orang, E=10 orang) dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi (dimensi C=4 orang, O2=2 orang, R=3 orang, E=26 orang). Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Adversity Quotient Mahasiswa Pecinta Alam lebih tinggi daripada Mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi.