Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA IDENTIFIKASI TERHADAP IDOLA DENGAN KONSEP DIRI PADA REMAJA

Denok Mauludiah

Abstrak


ABSTRAK

 

Mauludiah, Denok. 2013. Hubungan Antara Identifikasi Terhadap Idola dengan Konsep Diri pada Remaja. Skripsi, Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra Hj Sri Weni Utami,M.Si (II) Drs. Fattah Hidayat, S.E, S.Psi, M.Si

 

Kata Kunci: Konsep Diri, Identifikasi, Idola

 

Remaja adalah proses pencarian jati diri. Jati diri ini terbentuk pula oleh bagaimana konsep diri remaja. Konsep diri yang positif akan mengakibatkan perilaku yang positif pula, demikian sebaliknya. Pada proses pembentukan konsep diri, banyak hal yang mempengaruhi, diantaranya adalah lingkungan sekitar, seperti orang tua, teman dan masyarakat. Idola juga memiliki peranan penting dalam kehidupan remaja. Dimana idola dapat menjadi acuan bagaimana seorang remaja bersikap dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Proses identifikasi terhadap idola dilakukan remaja dengan cara meniru gaya berpakaian, berbicara dan berperilaku. Hal ini bisa jadi bersifat positif atau negatif, mengingat tidak semua tokoh idola berperilaku baik, dan remaja yang masih cenderung tidak berfikir jauh dalam bertindak. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui gambaran remaja yang mengidentifikasi idola. (2) memperoleh gambaran mengenai konsep diri pada remaja (3) mengetahui hubungan antara identifikasi terhadap idola dengan konsep diri pada remaja.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Subyek penelitian sebanyak 60 siswa pada SMK Negeri 9 Malang dengan tehnik pengambilan sampel Random Sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner identifikasi terhadap idola dan skala konsep diri. Dalam penelitian ini perhitungan reliabilitas menggunakan rumus Alpha cronbach dan validitas item menggunakan konsistensi internal dengan tehnik korelasi Pearson. Perhitungan menggunakan bantuan SPSS 17.0 for windows. Hasil pada kuesioner identifikasi terhadap idola didapatkan reliabilitas sebesar 0,811. Pada skala konsep diri didapatkan reliabilitas sebesar 0,814.

Hasil dari penelitian diperolah (1) Identifikasi terhadap idola berada pada kualifikasi tinggi (25%), sedang (70%) dan rendah (5%), (2) Konsep diri remaja berada pada kualifikasi tinggi (25%), sedang (65%) dan rendah (0%) dan (3) dengan menggunakan korelasi pearson antara identifikasi terhadap idola dengan konsep diri pada remaja memiliki rxy = 0,035 dengan signifikansi (0,789>0,05) hal ini menunjukkan tidak ada hubugan antara identifikasi terhadap idola dengan konsep diri pada remaja.

Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan: (1) Bagi remaja hendaknya lebih mengenali tokoh idola dengan tidak melakukan identifikasi secara berlebihan. Lebih banyak melakukan kegiatan positif, dan berperilaku positif pula, agar pembentukan konsep diri remaja menjadi positif pula dan dapat berakibat baik terhadap kehidupan remaja (2) Bagi orang tua hendaknya lebih dapat menjadi panutan yang baik bagi anak-anaknya supaya sang anak tidak terlalu mengidentifikasi orang lain. Memberikan kasih sayang, perhatian dan berbagai komentar positif  agar dapat membentuk konsep diri remaja yang positif (3) Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar melakukan penelitian yang lebih lengkap dan komprehensif, dengan mengembangkan variabel lain yang mendukung penelitian ini.