Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENCAPAIAN IDENTITAS DIRI PADA REMAJA: Studi Kasus pada Remaja dengan Orang Tua Tunggal

Seviana Irawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Irawati, Seviana. 2013. Pencapaian Identitas Diri pada Remaja: Studi Kasus pada Remaja dengan Orang Tua Tunggal. Skripsi, Jurusan psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M. Si, (II) Ika Andrini Farida S. Psi, M. Psi

 

Kata kunci: pencapaian identitas diri, remaja, orang tua tunggal

 

Masa remaja merupakan masa rentan dalam perkembangan manusia. Pada masa ini, individu mulai berjuang untuk mendapatkan identitas diri, dengan melalui beberapa perubahan pada tugas perkembangannya. Perubahan tugas perkembangan tersebut dapat memunculkan kebingungan dalam diri remaja, sehingga remaja akan berkembang ke arah negatif. Peran keluarga tidak hanya dapat membantu remaja mengatasi perubahan yang terjadi, tetapi juga penting dalam pencapaian identitas diri pada remaja.

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pencapaian identitas diri remaja dengan orang tua tunggal dan faktor-faktor apa yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sampel penelitian yang digunakan adalah tiga subjek remaja yang memiliki orang tua tunggal. Dua subjek memiliki orang tua tunggal karena meninggal dunia dan satu subjek memiliki orang tua tunggal karena perceraian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah depth-interview dan observasi.

Hasil penelitian menemukan bahwa remaja memiliki status identitas achievement untuk aspek pekerjaan dan peran jenis kelamin. Pada aspek peran sosial, dua subjek memiliki status identitas achievement dan satu subjek memiliki status identitas foreclosure. Pada aspek ideologi politik dan agama, remaja memiliki status identitas foreclosure. Faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian identitas diri subjek adalah pola asuh, model identifikasi, homogenitas lingkungan, perkembangan kognisi, sifat individu, pengalaman masa anak-anak, pengalaman kerja, interaksi sosial, dan kelompok teman sebaya.

Saran yang dikemukakan pada penelitian ini yaitu bagi remaja agar mengembangkan diri pada berbagai aspek identitas agar dicapai identitas diri yang baik. Bagi orangtua tunggal, diharapkan memberikan perhatian dan pengawasan kepada anak-anak, agar membantu anak dalam mencapai status identitas yang baik. Selain itu, dikemukakan pula saran bagi peneliti selanjutnya yaitu untuk memperluas ranah penelitian agar tidak terbatas pada area universitas.