Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Kematangan Emosi dan Konsep Diri dengan Penyesuaian Diri Mahasiswi yang Menikah Dini di Universitas Negeri Malang

Michel Ardyanto

Abstrak


ABSTRAK

 

Ardyanto, Michel. 2013. Hubungan Antara Kematangan Emosi dan Konsep Diri dengan Penyesuaian Diri Mahasiswi yang Menikah Dini di Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi. Pembimbing (1) Anies Syafitri, S.Psi., M.Psi. (2) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci: kematangan emosi, konsep diri, penyesuaian diri, dan mahasiswi yang menikah dini

 

Fenomena pernikahan dini semakin marak terjadi dan umumnya pada usia 15-20 tahun. Mahasiswi yang masih aktif kuliah juga tidak segan untuk melakukan pernikahan dini.Hal ini merupakan hal yang sangat sulit karena mahasiswi harus menjalankan peran ganda, yakni sebagai mahasiswi sekaligus menjadi seorang istri.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kematangan emosi, konsep diri, dan penyesuaian diri mahasiswi yang menikah dini dan hubungan diantara ketiga variabel tersebut.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif deskripsi korelasi dengan subjek mahasiswi Universitas Negeri Malang yang melakukan pernikahan dini.Penelitian menggunakan Skala Kematangan Emosi, Skala Konsep Diri, dan Skala Penyesuaian Diri.Data dianalisis secara deskripsi, menggunakan uji korelasi dan uji regresi.Hasil analisis deksripsi sebagaian besar subjek mempunyai kematangan emosi, konsep diri, dan penyesuaian diri yang baik. Hasil dari uji regresi antara kematangan emosi dan konsep diri dengan penyesuaian diri R=0,735 signifikansi 0,000 disimpulkan Ha diterima artinya ada hubungan positif antara kematangan emosi dan konsep diri dengan penyesuaian diri mahasiswi yang menikah dini di Universitas Negeri Malang. Dengan daya prediksi 50,7%.

Saran kepada mahasiswi yang menikah dini agar tetap menjaga kestabilan emosi dan konsep diri agar bisa menyesuaikan diri dan menjalankan peran ganda dengan baik dan kepada dosen agar lebih memantau mahasiswi yang menikah dini agar mereka bisa tetap fokus dengan kuliah dan lulus dengan hasil yang memuaskan.