Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Kematangan Emosi Dan Kontrol Diri Dengan Stres Kerja Pada Guru SLB Di Kota Malang

Feby Asrurun Risna Amiril

Abstrak


ABSTRAK

 

Amiril, Feby Asrurun Risna. 2013. Hubungan Antara Kematangan Emosi Dan Kontrol Diri Dengan Stres Kerja Pada Guru SLB Di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Anies Syafitri, S.Psi, M.Psi, (II) Drs. M. Bisri, M.Si

 

Kata kunci: kematangan emosi, kontrol diri, stres kerja

 

Kematangan emosi dan kontrol diri yang dimiliki para guru tentu berbeda satu sama lain. Kematangan emosi dan kontrol diri yang berbeda ini akan berdampak pada stres kerja yang dirasakan oleh masing-masing guru. Guru yang memiliki emosi yang matang akan mampu mengontrol dirinya ketika menemui stimulus dan tekanan-tekanan yang muncul dalam pekerjaannya. Sehingga, tekanan tersebut dapat dikontrol agar tidak menimbulkan stres pada dirinya.

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran (1) kematangan emosi pada guru SLB, (2) kontrol diri pada guru SLB, (3) stres kerja pada guru SLB, (4) hubungan antara kematangan emosi dengan stres kerja pada guru SLB di Kota Malang, (5) hubungan antara kontrol diri dengan stres kerja pada guru SLB di Kota Malang, (6) hubungan antara kematangan emosi dan kontrol diri dengan stres kerja pada guru SLB di Kota Malang.

Penelitian ini dilakukan pada guru Sekolah Luar Biasa di Kota Malang dengan jumlah sampel 40 orang, dengan rancangan penelitian deskriptif dan korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel kuota (quota sample). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala kematangan emosi dengan reliabilitas alpha cronbach  0,965 skala kontrol diri dengan reliabilitas alpha cronbach 0,926 dan skala stres kerja dengan reliabilitas alpha cronbach 0,946. Validitas instrumen menggunakan analisis product moment pearson.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat kematangan emosi berada pada kategori tinggi yaitu 13 orang (32,5%) (2) kontrol diri secara umum termasuk dalam  kategori rendah yaitu 18 orang (45%) (3) guru SLB di Kota Malang mendapatkan stres kerja tingkat rendah yaitu 55% (4) ada hubungan yang negatif antara kematangan emosi dan stres kerja pada guru SLB (5) ada hubungan yang negatif antara kontrol diri dan stres kerja pada guru SLB (6) ada hubungan yang simultan antara kematangan emosi dan kontrol diri dengan stres dengan nilai R Square sebesar 0,517.

Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada (1) guru SLB untuk mempertahankan kematangan emosi yang dimilikinya dan meningkatkan kontrol diri yang tinggi agar terhindar dari kemungkinan stres kerja (2) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberikan pelatihan-pelatihan guna meningkatkan kontrol diri yang tinggi yang dimiliki para guru tersebut (3) peneliti selanjutnya untuk menambah jumlah subjek penelitian dan variabel lain untuk mengukur stres kerja.