Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN PENYESUAIAN DIRI PADA REMAJA DI ISLAMIC BOARDING SCHOOL SMPIT DAARUL HIKMAH BONTANG

Rizka Amalia Nurhadi

Abstrak


ABSTRAK

 

Nurhadi, Rizka Amalia. 2013. Hubungan antara Konsep Diri dan Penyesuaian Diri pada Remaja di Islamic Boarding School SMPIT DAARUL HIKMAH Bontang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M.Si, (II) Ika Andrini Farida, S.Psi, M.Psi.

 

Kata kunci : konsep diri, penyesuaian diri, remaja, boarding school

 

Konsep diri adalah penilaian individu tentang diri sendiri yang berkembang dari pengalaman-pengalaman melalui interaksi dengan lingkungan. Penyesuaian diri adalah kemampuan individu untuk berinteraksi dengan situasi di dalam diri sendiri maupun dalam lingkungan sosial sesuai dengan norma-norma yang ada tanpa menimbulkan konflik bagi dirinya maupun lingkungan.

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan konsep diri remaja. (2) mendeskripsikan penyesuaian diri remaja. (3) mengetahui hubungan antara konsep diri dan penyesuaian diri remaja. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara konsep diri dan penyesuaian diri pada remaja.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi. Penelitian ini menggunakan metode random sampling dengan sampel penelitian sebanyak 111 siswa di Islamic Boarding School SMPIT DAARUL HIKMAH Bontang. Instrumen yang digunakan yaitu skala konsep diri dan skala penyesuaian diri. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik korelasi Product Moment Karl Pearson.

Hasil dari penelitian ini adalah masih banyak remaja yang memiliki konsep diri negatif dan sangat negatif (55%). Masih banyak remaja yang memiliki penyesuaian diri buruk dan sangat buruk (51%). Ada hubungan positif signifikan antara konsep diri dan penyesuaian diri remaja.

Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan : (1) Bagi remaja sebaiknya dapat membentuk konsep diri positif dengan cara selalu berpikir dan menilai diri secara positif, bersikap proaktif dengan masalah yang sedang dialami, mau mengembangkan diri dan yakin dengan kemampuan yang dimiliki, serta meningkatkan kemampuan penyesuaian diri dengan cara belajar untuk menciptakan interaksi sosial yang saling terbuka, saling mempercayai, saling memperhatikan kebutuhan teman, dan saling mendukung. (2) Bagi orang tua hendaknya membantu remaja untuk membentuk konsep diri positif dengan cara selalu menanamkan aspek-aspek positif dalam diri anak (3) Bagi pihak sekolah diharapkan dapat membantu dan memfasilitasi kebutuhan remaja dalam membentuk konsep diri yang positif dengan memberikan pelajaran tentang character building, mengaplikasikan stategi self management  untuk meningkatkan penyesuaian diri siswa, serta memberikan hukuman bagi siswa yang melanggar tata tertib (4) Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menggali lebih dalam mengenai faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri.