Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Iklim Organisasi dan Organizational Citizens Behavioral (OCB) pada Perawat RSUD Kanjuruhan Kepanjen

Dharing Meylandani

Abstrak


ABSTRAK

 

Meylandani, Dharing. 2013. Hubungan Iklim Organisasi dan Organizational     Citizens Behavioral (OCB) pada Perawat RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Skripsi,  Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Tutut Chusniah, M. Si., (II) Ninik Setiyowati, S. Psi,M. Psi

 

Kata Kunci : iklim organisasi, organizational citizens behavioral (OCB),

 

Perawat merupakan ujung tombak baik tidaknya pelayanan kesehatan yang diberikan kepada konsumen kesehatan. Hal ini tidak terlepas dari iklim organisasi yang tumbuh pada rumah sakit. iklim organisasi adalah suatu kondisi, keadaan maupun situasi  yang dipersepsikan oleh individu secara sadar atau tidak sadar mengenai kondisi lingkungan internal organisasi. bahwa karyawan yang mempersepsi iklim organisasi kondusif cenderung berbicara secara positif tentang organisasi, membantu individu lain, dan melebihi harapan normal dalam pekerjaan mereka dengan kata lain karyawan tersebut menunjukan perilaku organisasi yang mampu memberi kinerja melebihi harapan normal organisasi yang sering disebut dengan organizational citizens behavioral (OCB).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan iklim organisasi dan OCB pada perawat RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskripsi korelasional. Sampel penelitian ini sebanyak 35 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala iklim organisasi yang terdiri dari 38 item dengan reliabilitas Alpha Cronbach sebesar 0,912, dan skala OCB yang terdiri dari 31 item dengan reliabilitas Alpha Cronbach  sebesar 0,894.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa (1)Perawat RSUD Kanjuruhan Kepanjen mempersepsikan bahwa iklim organisasi di RSUD Kanjuruhan Kepanjen kondusif dengan persentase sebesar 54,28%. (2)Perawat RSUD Kanjuruhan Kepanjen memiliki OCB pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 52,47%. (3)Ada hubungan positif dan signifikan antara iklim organisasi dan OCB  pada perawat RSUD Kanjuruhan Kepanjen  (rxy = 0,791; p = 0,000 < 0,05).Hal ini dapat diartikan bahwa jika karyawan mempersepsikan iklim organisasi di tempatnya bekerja kondusif (tinggi), maka OCB karyawan juga tinggi, sebaliknya jika iklim organisasi dipersepsikan kurang kondusif (rendah), maka tingkat OCB karyawan juga rendah.

Saran yang dapat diberikan oleh penelitian ini adalah (1)bagi instansi rumah sakit lebih meningkatkan kondisi iklim organisasi pada RSUD Kanjuruhan Kepanjen melalui kesinkronan dan kesesuaian antara nilai-nilai dan tuntutan organisasi dan perilaku pemimpin dengan kebutuhan dan tuntutan karyawan, seperti membina saling percaya antar karyawan, saling mendukung antara anggota organisasi, adanya komunikasi yang sehat antar anggota organisasi  sehingga senantiasa akan terjaga iklim organisasi yang kondusif  dan menumbuhkan OCB karyawan yang lebih baik lagi.