Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DAN KONSEP DIRI DENGAN BURN-OUT PADA TERAPIS ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Annisa Ridha Fadhillah

Abstrak


ABSTRAK

 

Fadhillah, Annisa Ridha. 2013. Hubungan antara Kepuasan Kerja dan Konsep Diri dengan Burn-out pada Terapis Anak Berkebutuhan Khusus. Skripsi, Jurusan Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si., (II) Nur Eva, S.Psi., M.Psi.

 

Kata kunci: kepuasan kerja, konsep diri, burn-out

 

Fenomena Burn-Out telah menjadi fenomena umum yang terjadi di kalangan pekerjaan yang mengkhususkan diri melayani orang lain (the helping professions) atau pekerja pelayanan manusia (human service worker) (Barrick, 1989). Kepuasan kerja dan konsep diri merupakan salah satu faktor yang dapat menimbulkan Burn-out. semakin tidak puas seseorang terhadap pekerjaannya dan semakin rendah konsep dirinya, maka Burn-out akan dapat terjadi.

Penelitian ini memiliki enam tujuan yaitu untuk mengetahui: (1) gambaran kepuasan kerja terapis ABK; (2) gambaran konsep diri terapis ABK; (3) gambaran burn-out terapis ABK; (4) hubungan antara kepuasan kerja dan Burn-out pada terapis ABK; (5) hubungan antara konsep diri dan Burn-out pada terapis ABK; (6) hubungan antara kepuasan kerja dan konsep diri dengan Burn-out pada terapis ABK.

Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif korelasional dengan subyek penelitian 36 orang terapis anak berkebutuhan khusus. Instrumen yang digunakan yaitu skala kepuasan kerja, konsep diri dan Burn-out yang disusun berdasarkan penskalaan Likert. Analisis data yang digunakan terdiri dari analisis deskriptif dan analisis korelasi Product Moment.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) gambaran kepuasan kerja yang diperoleh dari 36 responden adalah 13,89% mendapat kepuasan kerja tinggi, 69,44% sedang dan 16,67% rendah; (2) gambaran konsep diri terapis 11,11% tinggi, 72,22% sedang, dan 16,67& rendah; (3) gambaran burn-out terapis 8,33% tinggi, 77,78% sedang, dan 13,89% rendah; (4) terdapat hubungan negatif antara kepuasan kerja dan burn-out (rxy = -0,388 ; p = 0,019 < 0,05); (5) terdapat hubungan negatif antara konsep diri dan burn-out (rxy = -0,736 ; p = 0,000 < 0,05); dan (6) terdapat hubungan yang signifikan antara variabel  X1 dan X2 dengan Y (Ryx1x2= 0,75,= 0,5625, F hitung (21,2264) > F tabel (3,28)) yang berarti bahwa variabel independent memberikan sumbangan sebesar 56,25% terhadap variabel dependent, dan terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan kerja dan konsep diri dengan Burn-out, semakin tinggi kepuasan kerja dan semakin tinggi konsep diri yang dimiliki terapis anak berkebutuhan khusus, maka akan semakin rendah tingkat Burn-out nya dan berlaku sebaliknya.

Berdasarkan hasil penelitian disarankan : (1) bagi terapis ABK untuk lebih meningkatkan konsep diri dan meningkatkan kepuasan kerja; (2) bagi lembaga atau yayasan penanganan ABK agar dapat meningkatkan kepuasan kerja terapisnya dengan melihat aspek-aspek yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja terapis dan meningkatkan konsep diri terapis; dan (3) bagi peneliti selanjutnya agar lebih memperluas subyek penelitian dan meneliti faktor-faktor lain yang dapat menimbulkan Burn-out seperti karakteristik pekerjaan, karakteristik organisasi dan lainnya.