Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN KUALITAS PERTUKARAN PEMIMPIN-ANGGOTA (LMX) DAN PERSEPSI KEADILAN PENILAIAN KINERJA PADA KARYAWAN DI PG KEBON AGUNG KABUPATEN MALANG

RAHAYU WIDIYATI

Abstrak


ABSTRAK

 

Widiyati, Rahayu. 2013. Hubungan Kualitas Pertukaran Pemimpin-Anggota (LMX) dan Persepsi Keadilan Penilaian Kinerja pada Karyawan di PG Kebon Agung Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fattah Hanurawan, M. Si., M. Ed., (II) Pravissi Shanti, S. Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci: kualitas pertukaran pemimpin-anggota, lmx, persepsi keadilan penilaian kinerja

 

Banyak peneliti sudah mengenal beberapa variabel yang berpengaruh terhadap penilaian kinerja. Namun masih sedikit peneliti yang menguji pengaruh konteks sosial dalam proses penilaian kinerja. Konteks sosial yang dimaksud dari penelitian ini adalah pertukaran pemimpin-anggota (LMX). Kualitas pertukaran pemimpin anggota dibagi menjadi 2, yaitu in group (kualitas tinggi) dan out group (kualitas rendah). Status in/out group akan berpengaruh pada bagaimana karyawan dinilai dan bagaimana mereka diperlakukan saat penilaian kinerja berlangsung. Dengan adanya perbedaan perlakuan pada status kualitas pertukaran pemimpin-anggota maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas pertukaran pemimpin-anggota (LMX) dan persepsi keadilan pada penilaian kinerja pada karyawan pelaksana di PG Kebon Agung Kabupaten Malang.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Data penelitian berupa data primer dari skala yang dikembangkan oleh peneliti. Skala disebarkan kepada 35 sampel yang diambil dengan teknik purposive sampling. Dengan teknik ini, peneliti menentukan kriteria sampel penelitian yaitu, merupakan karyawan tetap, karyawan pelaksana yang dinilai kinerjanya dan berada pada bagian TUK dan pabrikasi. Setelah itu, peneliti menyebarkan dua skala yang masing-masing memiliki reliabilitas 0, 944 dan 0,967 kepada 35 karyawan pelaksana PG Kebon Agung Kabupaten Malang.

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kualitas pertukaran pemimpin-anggota di PG Kebon Agung termasuk tinggi (65,58%). Kualitas tinggi bisa terjadi karena masa kerja yang sudah lama yaitu 10-25 tahun. Kelompok in group ini memiliki banyak keuntungan yaitu dapat bertukar informasi, berpengaruh dalam pengambilan keputusan, tugas-tugas, dukungan, dan perhatian dari atasan. Persepsi keadilan penilaian kinerja pada karyawan pelaksana PG Kebon Agung juga menunjukkan hasil yang cukup tinggi (80% sedang/ netral, 20% tinggi). Hal ini berarti karyawan telah merasakan keadilan dari segi prosedural, distributif, informasional dan interpersonal.

Walaupun kedua variabel ini menujukkan hasil yang tinggi yang secara teori berhubungan, namun pada hasil di lapangan, tidak ada hubungan antara kedua variabel tersebut. Hal ini mungkin disebabkan oleh atasan yang bertindak netral saat penilaian kinerja, keterbatasan ruang gelak peneliti dalam memilih sampel, organizational citizenship behavior yang tinggi, dan bias budaya. Adapun saran peneliti untuk penelitian selanjutnya adalah penelitian dilakukan di perusahaan dengan penilaian kinerja 360º agar meminimalisir bias budaya dan mendapatkan dua sudut pandang. Diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengembangkannya dengan menambah jumlah subyek.