Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Efikasi Diri Dan Dukungan Sosial Dengan Kebermaknaan Hidup Pada ODHA

Diah Prasetyawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Prasetyawati, Diah. 2013. Hubungan antara Efikasi Diri Dan Dukungan Sosial Dengan Kebermaknaan Hidup Pada ODHA. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, S.Psi., M.Si. (II) Ika Andrini Farida, S.Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci: efikasi diri, dukungan sosial, kebermaknaan hidup, dan ODHA

 

Kebermaknaan hidup merupakan salah satu sisi psikologis yang sedikit banyak akan mempengaruhi kehidupan ODHA. Ketakutan dan ketidaktahuan terhadap penyakit HIV/AIDS akan berimbas pada kebermaknaan hidup yang merupakan tujuan yang harus dicapai oleh setiap manusia, tidak terkecuali pada ODHA. Ketidakmampuan ODHA dalam mencapai makna dalam hidupnya akan menimbulkan dampak psikologis yang negatif, yaitu sulit merasakan kebahagiaan, merasa hidupnya hampa dan kosong, depresi bahkan menuju tindakan bunuh diri. Depresi dan bunuh diri merupakan sindrom psikiatrik yang sering ditemukan pada sebagian besar ODHA (Kaplan, Sadock & Grebb,  2010: 210). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri, dukungan sosial, dan kebermaknaan hidup pada ODHA.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional serta menggunakan analisis regresi linier berganda. Subjek penelitian berjumlah 30 orang dengan memiliki karakteristik sebagai berikut, yaitu telah terdiagnosa sebagai penderita HIV/AIDS, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, merupakan pasien dewasa (berusia 25-35 tahun), lama terdiagnosa HIV/AIDS ≤ 5 tahun, dan merupakan pasien rawat jalan di RSSA Malang. Instrument yang digunakan berupa Skala Efikasi Diri, Dukungan Sosial, dan Kebermaknaan Hidup (pengembangan dari PIL Test).

Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh tiga kesimpulan. (1) terdapat hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dengan kebermaknaan hidup (rxy = 0.638, sign. 0.000 < 0.05). (2) terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dengan kebermaknaan hidup (rxy = 0.528, sign. 0.003 < 0.05). (3) terdapat hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dan dukungan sosial dengan kebermaknaan hidup (R = 0.691, R square = 0.478, sign. 0.000 < 0.05).

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan (1) Sebaiknya ODHA dapat mengikuti dengan aktif dalam kegiatan LSM yang telah disarankan oleh pihak rumah sakit dan juga memanfaatkan fasilitas konseling berkelanjutan di rumah sakit, sehingga memiliki efikasi diri yang tinggi dan juga akan mendapatkan dukungan dari orang-orang yang signifikan (psikolog, dokter, teman sebaya) agar hidupnya semakin bermakna. (2) Bagi penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah metode pengambilan data dengan memadukan antara self-report, observasi, wawancara, dan dapat berupa desain eksperimental, serta memperluas subyek penelitian. Selain itu diperlukan memperbanyak item penelitian dalam skala serta memperhatikan faktor-faktor lain dalam diri ODHA yaitu religiusitas dan kepribadian. Dengan begitu diharapkan hasil penelitian akan lebih kaya dan mencapai hasil yang maksimal dan representatif.