Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN PERSONAL DISTRESS PADA MAHASISWA BARU FPPsi UNIVERSITAS NEGERI MALANG YANG BERTEMPAT TINGGAL DI RUMAH KOST DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DAN STATUS IDENTITAS

Dian Sudiono Putri

Abstrak


ABSTRAK

 

Putri, Dian Sudiono. 2013. Perbedaan Personal Distress pada Mahasiswa Baru Fakultas Pendidikan Psikologi (FPPsi) Universitas Negeri Malang yang Bertempat Tinggal di Rumah Kost Ditinjau Dari Jenis Kelamin dan Status Identitas. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Moh. Irtadji, M.Si., (2) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci: personal distress, jenis kelamin, status identitas

 

Personal distress merupakan kondisi dimana seseorang berfokus pada perasaan khawatir, marah, terganggu, tertekan, dan gelisah, sebagai hasil dari keterlibatan perhatian dan emosi dalam permasalahan yang dialami oleh orang lain. Kondisi ini tentunya sangat rentan dialami oleh mahasiswa baru yang bertempat tinggal di rumah kost, karena dalam proses adaptasi mereka pasti akan mencari teman dekat sebagai orang yang dipercaya dalam berbagi permasalahan. Personal distress mungkin saja dipengaruhi oleh jenis kelamin dan status identitas seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) keadaanpersonal distress yang dialami mahasiswa baru, 2) status identitas mahasiswa baru, 3) status identitas mahasiswa baru ditinjau dari jenis kelamin, 4) perbedaan  personal distress mahasiswa baru ditinjau dari jenis kelamin, 5) perbedaan  personal distress mahasiswa baru ditinjau status identitas, dan 6) perbedaan personal distress mahasiswa baru ditinjau dari jenis kelamin dan status identitas.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dan komparatif. Analisis komparatif menggunakan two way anova. Subjek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa baru Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang yang bertempat tinggal di rumah kost, sebanyak 66 orang(12 orang laki-laki dan 54 orang perempuan). Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala personal distress (α=0,778)dan skala status identitas (α=0,721). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)14 orang subjek memiliki tingkat personal distress sangat rendah dan 52 orang subjek memiliki tingkat personal distress rendah, 2) 22 orang subjek memiliki identity achievement, 5 orang subjek memiliki identity moratorium, dan 39 orang subjek memiliki identity foreclosure, 3) 12 subjek laki-laki (4 orang dengan identityachievement, 4 orang dengan identitymoratorium, dan 4 orang dengan identityforeclosure) dan 54 subjek perempuan (15 orang dengan identityachievement, 1 orang yang dengan identitymoratorium, dan 36 orang dengan identityforeclosure), 4) Tidak ada perbedaan personal distress antara mahasiswa baru ditinjau dari jenis kelamin (sig.0,124), 5) Tidak ada perbedaan personal distress antara mahasiswa baru ditinjau dari status identitas (sig.0,399), 6) Tidak ada perbedaan personal distress antara mahasiswa baru ditinjau dari jenis kelamin dan status identitas (sig.0,075).

Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan subjek dengan jumlah yang seimbang dalam hal jenis kelamin dan status identitas, serta perlu adanya pengembangan skala yang lebih baik lagi, baik skala personal distress, maupun skala status identitas, sehingga dapat menghasilkan skala yang lebih baik dan diharapkan dapat mengurangi kemungkinan subjek memberikan respon yang normatif. Bagi mahasiswa baru, diharapkan untuk menyadari adanya kondisi ini, bahkan bisa melakukan pencegahan diri terhadap kondisi ini.