Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Tingkat Kebahagiaan Narapidana Ditinjau dari Kelompok Pembinaan Keterampilan Kerja di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA Malang

Cince Rohmawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Rohmawati, Cince. 2013. Perbedaan Tingkat Kebahagiaan Narapidana Ditinjau  dari Kelompok Pembinaan Keterampilan Kerja di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA Malang. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Moh. Irtadji, M. Si, (2) Ninik Setiyowati, S. Psi, M. Psi.

 

Kata kunci: tingkat kebahagiaan, narapidana, pembinaan keterampilan kerja.

 

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) adalah salah satu lembaga yang didirikan oleh negara sebagai tempat untuk membina serta memasyarakatkan orang-orang terpidana agar mereka mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar Lapas setelah mereka selesai menjalani pidananya. Salah satu pembinaan yang dilakukan Lapas adalah pembinaan keterampilan kerja. Pembinaan ini juga dilakukan di Lembaga Pemasyawakatan Wanita (LPW) Klas IIA Malang. Dalam rangka pembinaan ini narapidana terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu tamping yang bertugas membantu petugas LPW; pekerja kebersihan yang bertugas menjaga kebersihan LPW; serta pekerja keterampilan yang bertugas membuat kerajinan tangan dan nantinya untuk dijual. Perbedaan kelompok pembinaan keterampilan kerja ini membuat hak, kewajiban, serta kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan berbeda. Perbedaan-perbedaan ini mungkin saja membuat satu kelompok lebih merasa bahagia daripada kelompok lain.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat kebahagiaan narapidana dan melihat perbedaan tingkat kebahagiaan narapidana yang bekerja sebagai tamping, pekerja kebersihan, dan pekerja keterampilan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif komparatif. Subjek penelitian adalah 90 narapidana yang terdiri dari 30 tamping, 30 pekerja kebersihan, dan 30 pekerja keterampilan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kebahagiaan (α = 0,807). Analisis uji beda dilakukan dengan menggunakan ststistik nonparametrik Kruskal-Wallis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok pekerja kebersihan memiliki mean kelompok paling tinggi dibandingkan dengan kelompok tamping dan pekerja kebersihan. Sebanyak 6,6% narapidana merasa kurang bahagia, 71% narapidana merasa bahagia, dan 25% narapidana sangat bahagia. Kemudian ditemukan tidak ada perbedaan tingkat kebahagiaan antara tamping, pekerja kebersihan, dan keterampilan (H = 0,313; sig. > 0,05).

Berdasarkan penelitian ini diharapkan LPW Klas IIA Malang memberikan tugas yang lebih variatif serta menambah area bengkel kerja kepada narapidana; dan ilmuwan psikologi melakukan pendampingan kepada narapidana agar mereka mampu menerima masa lalunya.