Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Polisi Lalu Lintas Dengan Pelanggaran Lalu Lintas Yang Dilakukan Remaja di Kota Malang

Yodokus Lusius Peu Lelangayaq

Abstrak


ABSTRAK

 

Lelangayaq, Yodokus Lusius Peu. 2013. Hubungan Antara Persepsi Terhadap Polisi Lalu Lintas Dengan Pelanggaran Lalu Lintas Yang Dilakukan Remaja di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si, (II) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci : Persepsi, Polisi Lalu Lintas, Pelanggaran Lalu Lintas, Remaja, Kota Malang

 

Persepsi terhadap Polisi Lalu Lintas dapat bermuara pada terbentuknya kepercayaan dan kesukaan seorang pengguna lalu lintas terhadap Polisi Lalu Lintas sebagai pihak otoritas yang menegakan hukum tentang lalu lintas. Dengan memiliki kepercayaan dan kesukaan terhadap Polisi Lalu Lintas, seseorang dapat meningkatkan perilaku ketaatannya terhadap hukum lalu lintas itu sendiri.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal mencakup gambaran persepsi remaja terhadap Polisi Lalu Lintas, gambaran pelanggaran yang dilakukan remaja di Kota Malang, dan menguji adanya hubungan negatif antara persepsi terhadap Polisi Lalu Lintas dengan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan remaja di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa skala persepsi yang disebar kepada 72 subjek penelitian yaitu remaja-remaja yang melakukan pelanggaran lalu lintas di Kota Malang. Data di analisis yang dengan analisis korelasional dengan menghitung koefisien korelasi Spearman Rank (ρ).

Dari hasil analisis korelasional, menunjukan hipotesis penelitian ini ditolak karena koefisien korelasi Spearman Rank (ρ) yang diperoleh (-0,25) adalah rendah dan signifikansi (0,837) > 0,05 sehingga hubungannya tidak signifikan atau tidak bermakna. Koefisien determinasi yang diperoleh adalah 6,25 % sehingga dapat dikatakan persepsi terhadap Polisi Lalu Lintas memberikan pengaruh yang kecil bagi pelanggaran lalu lintas yang dilakukan remaja di Kota Malang.

Dari hasil penelitian ini, disarankan kepada Polisi Lalu Lintas di Kota Malang untuk semakin meningkatkan kinerjanya terutama dalam hal pelayanan dan pembinaan kesadaran hukum lalu lintas bagi masyarakat khususnya bagi remaja akhir di Kota Malang. Polisi Lalu Lintas juga diharapkan semakin mendekatkan diri terhadap kalangan remaja agar memperoleh kepercayaan dan kesukaan yang tinggi dari remaja untuk menaati hukum lalu lintas. Bagi remaja yang melakukan pelanggaran lalu lintas diharapkan dapat meningkatkan kesadaran hukum dan ketaatan terhadap hukum dalam dirinya sendiri dengan aktif mencari informasi tentang hukum lalu lintas dan aktif dalam kegiatan sosialisasi atau penyuluhan tentang hukum lalu lintas. Bagi penelitian selanjutnya, disarankan memperhatikan faktor-faktor lain yang mempengaruhi pelanggaran lalu lintas yang dilakukan remaja seperti konsekuensi yang jelas atas ketidaktaatan, harapan mendapatkan kondisi tertentu, kesadaran hukum, dan kecerdasan emosi dari remaja itu sendiri.