Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH PENDEKATAN FLOOR TIME TERHADAP KEMAMPUAN BERBAHASA PADA ANAK AUTISTIK

VIDYA PANGESTIKA

Abstrak


ABSTRAK

 

Pangestika,Vidya. 2013. Pengaruh Pendekatan Floor Time Terhadap Kemampuan Berbahasa  Pada  Anak  Autistik.  Skripsi,  Jurusan  Psikologi  Fakultas Pendidikan  Psikologi,  Universitas  Negeri Malang.  Pembimbing  (I)  Dra. Endang Prastuti, M.Si (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi, M.Psi.

 

Kata kunci: pendekatan floor time, kemampuan berbahasa, anak autistik

 

Autistik adalah suatu gangguan perkembangan. Ciri-ciri yang tampak pada anak  yang  didiagnosis  gangguan  autistik mencakup  dalam  bahasa,  komunikasi, dan  perilaku  ritualistik/stereotip. Anak  autistik  dapat  pula  tidak  bicara  atau  jika memiliki  ketrampilan  berbahasa  digunakan  secara  tidak  lazim  seperti  ekolalia. Oleh  karena  itu,  beberapa  ahli  mengembangkan  pendekatan  pembelajaran  bagi anak autistik yaitu pendekatan  floor  time. Pendekatan  ini dapat digunakan untuk mengembangkan  kemampuan  berkomunikasi  pada  anak  autistik  dengan menekankan pada metode interaktif atau bermain dengan anak yang berlandaskan pada ikatan relasi (berhubungan) dan difokuskan pada minat anak.

Penelitian  ini  adalah  penelitian  eksperimen  yang  bertujuan  untuk mengetahui pengaruh pendekatan floor time terhadap kemampuan berbahasa pada anak  autistik.  Penelitian  ini menggunakan  desain  repeated  measures-rancangan tanpa kelompok kontrol. Subjek yang digunakan sebanyak 3 orang dengan rentang usia 3-5 tahun. Pelaksaan penelitian dilakukan selama ± 45 menit setiap sesi.

Temuan  dalam  penelitian  ini  adalah  pendekatan  floor  time  memberikan pengaruh pada kemampuan berbahasa anak autistik (p< 0,05) dengan uji Wilcoxon 2  related  sample.  Peningkatan  mean  kemampuan  berbahasa  pada  setiap komponen  yaitu  engagement  (8,20),  imitasi  (2,07),  bahasa  reseptif  (6,53),  dan bahasa  ekspresif  (4,00).  Pengaruh  pendekatan  floor  time  juga  dipengaruhi  oleh kontinuitas  dan  kehadiran  sosok  orang  tua  terutama  ibu.  Kedua  hal  ini  cukup membantu dalam meningkatan kemampuan berbahasa pasa anak autistik.

Adapun saran yang dapat diajukan terkait dengan penelitian ini antara lain: orang tua dapat menggunakan pendekatan floor time sebagai cara menangani anak autistik  dengan  menjalin  interaksi  bermakna  bersama  anak  dan  menciptakan suasana-suasana yang menyenangkan dan bervariasi baik kegiatan maupun media yang  digunakan.  Untuk  kepentingan  penelitian  selanjutnya,  diharapkan  peneliti menggunakan desain yang  lebih  sempurna dari penelitian  ini dalam  segi  rentang waktu  penerapan  intervensi  sehingga  dapat  dilihat  efektiftas  dan  kestabilan pengaruhnya.  Sampel  yang  digunakan  pun  diharapkan  lebih  luas  baik  dalam jumlah maupun usia sehingga memungkinkan untuk generalisasi pada anak-anak autistik. Selain  itu, diharapkan peneliti selanjutnya  juga meninjau dari aspek  lain selain kemampuan berbahasa, misalnya aspek emosional pada anak autistik.