Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Persepsi Keadilan Kompensasi dengan Kepuasan kerja Pada Karyawan PT. Agus jaya Mojokerto

PRADNYA DAHNIAR ARDINI

Abstrak


ABSTRAK

 

Ardini, Pradnya Dahniar. 2013. Hubungan Persepsi Keadilan Kompensasi dengan Kepuasan kerja Pada Karyawan PT. Agus jaya Mojokerto. Skripsi, Jurusan Psikologi, program studi S1 psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Anies Syafitri, S.Psi., M. Psikolog. (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Si.

 

Kata Kunci: Persepsi, Keadilan Kompensasi, Kepuasan Kerja

 

Saat ini banyak bermunculan bermacam perusahaan baru yang akan meningkatkan kompetisi dalam dunia bisnis. Perusahaan yang sudah lama berdiri harus mampu bersaing dengan perusahaan yang baru berdiri. Perusahaan memerlukan karyawan yang memiliki kepuasan kerja yang tinggi untuk dapat memenangkan persaingan usaha. Kepuasan kerja karyawan ini dipengaruhi oleh persepsi keadilan kompensasi, yaitu pandangan karyawan terhadap kompensasi yang diterimannya dari perusahaan.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif korelasional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Subjek penelitian ini karyawan PT. Agus Jaya Mojokerto berjumlah 33 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala persepsi keadilan kompensasi dan skala kepuasan kerja. Teknik analisis data menggunakan teknik korelasi Product Moment untuk mengetahui hubungan antara dua variabel.

Hasil analisis product moment diperoleh rxy = 0,632 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara persepsi keadilan kompensasi dengan kepuasan kerja. Semakin positif persepsi keadilan kompensasi maka kepuasan kerja semakin tinggi, begitu sebaliknya. Jadi kepuasan kerja bukan bergantung pada tinggi-rendahnya kompensasi, melainkan pada persepsi karyawan terhadapnya. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,400 atau 40,0% menunjukkan bahwa variabel independen yang diuji mampu mempengaruhi variabel dependen sebesar 40,0% sedangkan sisanya 60,0% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diuji dalam penelitian ini.

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka disarankan untuk penelitian selanjutnya memasukkan variabel terikat lain dengan aspek yang mempengaruhi kepuasan kerja dan memperluas obyek penelitian agar tingkat objektivitas sampel lebih tinggi dan lebih akurat.