Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA ATRIBUSI DENGAN SIKAP TERHADAP KESETARAAN GENDER PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL WANITA DI KOTA MALANG

Ristia Ningsih

Abstrak


ABSTRAK

 

Ningsih, Ristia. 2012. Hubungan Antara Atribusi Dengan Sikap Terhadap Kesetaraan Gender Pada Pegawai Negeri Sipil Wanita Di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prastuti M.Si, (II) Indah Yasminum Suhanti S.Psi.,M.Psi.

 

Kata Kunci : atribusi, sikap terhadap kesetaraan gender

 

Sikap terhadap kesetaraan gender adalah kecenderungan untuk memberikan  respon kognitif, afektif dan konatif  mengenai gender dalam keluarga, pendidikan, ekonomi, politik, sosial budaya. Perbedaan sikap terhadap kesetaraan gender berbeda-beda, salah satunya adalah atribusi seseorang terhadap pencapaian posisi atau prestasi kerja tertentu. Atribusi adalah cara seseorang menyimpulkan alasan dan sebab-sebab pencapaian yang diraihnya apakah disebabkan oleh faktor-faktor internal atau eksternal, stabil atau tidak serta dapat dikontrol atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran atribusi pada Pegawai Negeri Sipil wanita, (2) mengetahui sikap terhadap kesetaraan gender  pada Pegawai Negeri Sipil wanita, dan (3) mengetahui hubungan antara atribusi dengan sikap terhadap kesetaraan gender  pada Pegawai Negeri Sipil wanita.

Jenis penelitian  ini adalah deskriptif  korelasional, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampel, subjek penelitian dalam penelitian ini berjumlah 40 Pegawai Negeri Sipil wanita berusia 35-50 tahun. Instrumen penelitian menggunakan Revised Causal Dimention Scale (CDSII) milik McAuley dan kawan-kawan yang dikembangkan oleh peneliti begitu pula dengan instrumen skala sikap terhadap kesetaraan gender. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif  dan teknik korelasi Product Moment Karl Pearson.

Hasil penelitian menunjukkan (1)Sebagian besar subjek penelitian mengatribusikan pencapaian kerja pada faktor-faktor internal, menetap dan dapat dikontrol. (2)Sebagian besar subjek penelitian memiliki sikap mendukung terhadap kesetaraan gender. (3)Ada hubungan antara atribusi pencapaian kerja dengan sikap terhadap kesetaraan gender pada wanita dengan nilai r = 0.813 dengan p = 0.000 < 0.05 artinya semakin positif atribusi kesuksesan (dipengaruhi faktor internal, stabil dan terkontrol), maka semakin positif sikap terhadap kesetaraan gender.

Disarankan (1) Bagi wanita, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai kesetaraan gender dimulai dari dirinya sendiri dengan cara  memberikan penghargaan terhadap potensi dan kemampuannya. (2) Bagi lembaga penelitian khususnya Pusat Studi Wanita, diharapkan dapat menambah referensi penelitian mengenai gender. (3) Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan agar mengembangkan  penelitian dengan memperhatikan aspek-aspek lain yang belum dikaji dalam penelitian ini dengan memakai pendekatan kualitatif.