Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Status Karyawan dan Stres Kerja Terhadap Prokrastinasi Karyawan

FARID NURDIYANSAH

Abstrak


ABSTRAK

Nurdiyansah, Farid. 2012. Pengaruh Status Karyawan dan Stres KerjaTerhadap Prokrastinasi Karyawan. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Adi Atmoko, M.Si., (II) DiyahSulistiyorini, S. Psi,M. Psi.

 

Kata Kunci : status karyawan, stres kerja, prokrastinasi karyawan

Prokrastinasi adalah sebuah perilaku penundaan dalam pengerjaan sebuahtugas. Prokrastinasi merupakan masalah kinerja yang harus diatasi oleh karyawanagar kinerja maksimalnya dapat terjaga sehingga karyawan tersebut dapatmemberikan kinerja yang maksimal pada perusahaan tempat dia bekerja. Banyakhal yang menyebbkan seseorang melakukan perilaku prokrastinasi. MenurutBernard (Dalam Azzaniar, 2010) beberapa penyebab prokrastinasi adalahkecemasan dan stres kerja yang dialami oleh karyawan. Salah satu bentukkecemasan adalah masalah status karyawan yang mencakup masalah kepastiankerja dari karyawan tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk megetahui pengaruh status karyawan dan streskeja terhadap prokrastinasi yang dilakukan oleh karyawan. Penelitian inimenggunakan metode penelitian kuantitatif kausalitas. Sampel penelitian inisebanyak 70 orang karyawan dengan rincian 35 orang karyawan tetap dan 35orang karyawan kontrak dengan teknik pengambilan sampel menggunakanpurposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skalastres kerja yang terdiri dari 38 item dengan reliabilitas menggunakan formulaAlpha Cronbach sebesar 0,814, dan skala prokrastinasi yang terdiri dari 25 itemdengan reliabilitas menggunakan formula Alpha Cronbach sebesar 0,917. Datahasil penelitian ini dianalis menggunakan metode regresi dengan variabel dummy.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa (1)Karyawanberstatus kontrak 52% memiliki tingkat stres rendah dan 48% memiliki tingkatstres yang tinggi, sedangkan dari karyawan tetap 60% memiliki tingkat stresrendah dan 40% memiliki tingkat stres yang tinggi. (2)Karyawan berstatuskontrak 43% memiliki tingkat prokrastinasi rendah dan 57% memiliki tingkatprokrastinasi yang tinggi, sedangkan dari karyawan tetap 40% sampel memilikitingkat prokrastinasi rendah dan 60% memiliki tingkat prokrastinasi yang tinggi.(3)Status karyawan tidak berpengaruh signifikan terhadap prokrastinasikaryawan(R=0,760>0,05). (4)Stres karyawan berpengaruh secara signifikanterhadap prokrastinasi karyawan(R=0,000