Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dengan Inisiasi Seksual pada Karyawati PT. Mutiara Citra Sentosa

Chandra Kisuluh Wuri Uwintan

Abstrak


ABSTRAK

Inisiasi seksual memainkan peranan yang cukup penting dalam pernikahan. Humphreys dan Newby (2007) menjelaskan bahwa menjaga inisiasi seksual merupakan hal yang penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Data yang dilansir oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, tingkat perceraian pada tahun 2011, sekitar 32% dari jumlah yang tercatat merupakan perceraian yang disebabkan oleh ketidakharmonisan dalam rumah tangga.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) memberikan gambaran mengenai kecerdasan emosional (2) memberikan gambaran mengenai inisiasi seksual (3) mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan inisiasi seksual.

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis deskriptif dan korelasional. Pengambilan subyek sebanyak 40 orang karyawati PT. Mutiara Citra Sentosa dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria wanita yang terikat pernikahan dan berada di rentang usia 20 – 30. Data diperoleh dengan menggunakan Skala Kecerdasan Emosional serta Skala Inisiasi Seksual yang diadaptasi dari Sexual Initiation Scale (Gossmann, 2004). Validitas instrumen menggunakan validitas korelasi antar aitem menggunakan korelasi product moment dengan taraf signifikasi 5%. Instrumen yang digunakan berupa: Skala Kecerdasan Emosional (α=0,948) dan Skala Inisiasi Seksual (0,894).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sebesar 20% subyek memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, 62,5% subyek memiliki kecerdasan emosional sedang, dan 17,5% subyek memiliki kecerdasan emosional rendah, (2) sebesar 12,5% memiliki inisiasi seksual tinggi, 70% memiliki inisiasi seksual sedang, dan 17,5 subyek memiliki inisiasi seksual rendah, (3) ada hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan inisiasi seksual. Hubungan yang positif ditunjukkan dengan nilai rxy sebesar 0,924.

Kata kunci : kecerdasan emosional, inisiasi seksual

 

ABSTRACT

            Sexual initiation has a crucial role in marriage. Humphreys and Newby (2007) explained that sexual initiation is one of main role in marriage satisfaction. Marriage divorced data collected by Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama give 32% from all divorce case caused by marriage dissatisfaction.

This research try to explain (1) subject emotional intelligence distribution (2) subject sexual initiation distribution (3) correlation between emotional intelligence and sexual initiation.

Method used in this research is descriptive and correlation quantitative. Subject in this research, which total 40 female employee of PT. Mutiara Citra Sentosa, is chosen with purposive sampling. Criteria to choose subject is female in age 20 – 30 years old and engaged in marriage. Data in this research collected with Skala Kecerdasan Emosional and Skala Inisiasi Seksual which adapted version of Sexual Initiation Scale (Gossmann, 2004). Instrument validation use correlation validity of each item with product moment correlation, 5% signification. Final instrument used in this research contain Skala Kecerdasan Emosional (α=0,948) and Skala Inisiasi Seksual (0,894).

Result of this research is: (1) 20% of subject has high emotional intelligence, 62.5% subject has average emotional intelligence, and 17.5% subject has low emotional intelligence, (2) 12.5% subject has high sexual initiation, 70% subject has average sexual initiation, and 17.5% subject has low sexual initiation, (3) correlation between emotional intelligence and sexual initiation proved with rxy 0.924.

Keywords : emotional intelligence, sexual initiation