Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STUDI KASUS FENOMENOLOGIS KONSEP DIRI DAN INTERAKSI SOSIAL PRIA HOMOSEKSUAL

Zhenda Prima Putra

Abstrak


ABSTRAK

 

Putra, Zhenda Prima. 2012. Studi Kasus Fenomenologis Konsep Diri dan Interaksi Sosial Pria Homoseksual. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed, (II) Drs. Mohammad Bisri, M.Si.

 

Kata kunci : konsep diri, interaksi sosial, homoseksual.

 

Homoseksual menjadi bahasan yang sensitif di tengah-tengah masyarakat Indonesia dikarenakan masih kuatnya norma agama dan norma sosial. Respon yang diterima para pelaku homoseksual bermacam-macam, dari yang mendukung sampai yang menentang. Respon-respon tersebut merupakan salah satu faktor kuat yang membentuk konsep diri mereka. Konsep diri tersebut yang akhirnya mempengaruhi perilaku mereka dalam berinteraksi di lingkungan sosialnya.

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan beberapa hal, yaitu tentang konsep diri pria homoseksual, interaksi sosial pria homoseksual, serta bagaimana konsep diri akhirnya mempengaruhi bagaimana interaksi sosial mereka.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif studi kasus. Dengan penelitian studi kasus, maka pengambilan data dilakukan secara intensif, mendalam, mendetail dan komperehensif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk memastikan keabsahan data, peneliti melakukan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari pengumpulan data, tahap reduksi data dan kategorisasi.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh temuan penelitian sebagai berikut. Pada subjek penelitian yang pertama, memiliki konsep diri positif. Konsep diri positif diperoleh dari pola asuh orang tua, interaksi dengan masyarakat, pergaulan dengan kawan sebaya dan dari hasil belajarnya. Subjek penelitian memiliki interaksi yang positif dengan lingkungannya, dan hal tersebut didapat dengan proses yang cukup lama.

Subjek penelitian yang kedua juga memiliki konsep diri positif yang diperolehnya dari pola asuh orang tua, pergaulannya dengan kawan sebaya, hasil belajarnya dan interaksi dengan masyarakat. Subjek penelitian juga memiliki interaksi positif dan hal tersebut didapatnya dari proses yang panjang.

Kesimpulannya dari penelitian ini adalah dengan konsep diri yang positif, dapat diperoleh pula interaksi sosial yang positif. Jika seseorang mampu menerima dirinya dan mampu merespon tanggapan-tanggapan dari orang lain dengan baik, pada akhirnya mampu berinteraksi dan berperan dengan baik di lingkungan sosialnya.

Diharapkan untuk penelitian selanjutnya untuk mengambil subjek penelitian yang memiliki latar belakang yang berbeda, seperti memiliki konsep diri negatif, sehingga dapat melihat gambaran konsep diri dan bagaimana perilakunya dalam berinteraksi di lingkungannya.