Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Adversity Quotient dengan Intensi Turnover pada Karyawan BRI Kantor Cabang Malang Martadinata

Gunawan Sutanto

Abstrak


ABSTRAK

 

Sutanto, Gunawan. 2012. Hubungan Adversity Quotient dengan Intensi Turnover pada karyawan BRI Kantor Cabang Malang Martadinata. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing  : (1) Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si., (II) Pravissi Shanti, S.Psi., Mpsi.

 

Kata Kunci: adversity quotient, intensi turnover.

 

Manusia adalah  urat nadi dan aset terpenting yang dimiliki suatu organisasi dalam keberlangsungan  usaha dan pengembangan suatu organisasi. Menurut Cascio (1987) sumber daya manusia adalah sumber daya yang sangat penting dalam bidang psikologi industri dan organisasi, oleh karena itu pengelolaan sember daya mencakup penyediaan tenaga kerja yang bermutu, mempertahankan kualitas dan mengendalikan biaya ketenagakerjaan. oleh karena itu mempertahankan keberadaan sumber daya manusia  yang berpengalaman sangat penting bagi perusahaan. Berhentinya hubungan kerja secara permanen antara perusahaan dan karyawannya didefinisikan Cascio (1987) sebagai  turnover. Mobley,dkk (1978) menyimpulkan bahwa intensi turnover merupakan tanda awal terjadinya turnover, karena terdapat hubungan yang signifikan antara intensi turnover dan turnover yang terjadi. Banyak turnover yang terjadi disebabbkan karyawan tidak mampu menyelesaikan permasalahan di tempat kerjanya. Suatu kemampuan yang berguna untuk mengubah hambatan menjadi suatu peluang keberhasilan mencapai tujuan penyelesaian masalah menurut Stoltz (2000), disebut sebagai adversity quotient.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan korelasional dengan sampel berjumlah 35 karyawan yang ditentukan dengan teknik purposif sampling. Hasil uji validitas item skala adversity quotient memperoleh nilai validitas sebesar 0,273 sampai 0,717 dengan koefisien alpha Cronbach sebesar 0,941. Sedangkan untuk skala intensi turnover  memperoleh nilai validitas sebesar 0,281 sampai 0,822 deangan koefisien alpha Cronbach sebesar 0,907. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antar adversity quotient dengan intensi turnover pada karyawan BRI Kantor Cabang Malang Martadinata (rxy = -0,515 dan p = 0,002 < 0,05.). artinya semakin baik adversity quotient karyawan maka semakin rendah tingkat intensi turnover yang dimiliki. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa Karyawan BRI Kantor Cabang Malang Martadinata, 17% memiliki adversity quotient tinggi, 66% berada pada kategori adversity quotient sedang dan 17% karyawan memiliki tingkat adversity quotient yang rendah. Sedangkan untuk intensi turnover terdapat 15% karyawan dengan intensi turnover tinggi, 68% berintensi turnover sedang, dan 17% berintensi turnover rendah.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan kepada: (1) siswa: dapat meningkatkan kemampuan dalam mengendalikan, membuat batasan, dan bertahan dalam mengatasi masalah (2) perusahaan: mempertimbangkan untuk memberikan pelatihan guna mengembangkan adversity quotient yang dimiliki karyawan (3) penelitian selanjutnya: memperdalam aspek keberanian mengambil resiko dan memilih subyek yang lebih variatif.