Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Komunikasi Simbolik Pada Wanita Dewasa Awal Tipe Cinta Pragma

Deas adam Pradana

Abstrak


ABSTRAK

 

Pradana, Deas Adam. 2012. Komunikasi Simbolik Pada Wanita Dewasa Awal Tipe Cinta Pragma. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed (II) Indah Yasminum Suhanti M.Psi.

 

Kata Kunci: Komunikasi Simbolik, Wanita Dewasa Awal, Tipe Cinta Pragma

 

Pada dasarnya, pria dan wanita memiliki cara komunikasi yang cenderung berbeda. Alan dan Barbara (2005) menjelaskan bahwa telah ditemukan perbedaan mendasar pada otak pria dan wanita yang menyebabkan perbedaan pada cara kerjanya sehingga wanita cenderung memiliki kosa kata yang lebih kaya dari pada pria. Hal tersebut secara tidak langsung berimbas pada saat berkomunikasi dan menyebabkan wanita berkomunikasi dengan orientasi makna secara simbolik. Pada tipe cinta pragma dari teori tipe cinta yang dikemukakan Lee (dalam Hendrick dan Hendrick, 1986) secara garis besar mendeskripsikan bahwa cinta dipandang sebagai sebuah hubungan yang praktis, dimana di dalamnya terdapat sebuah kerja sama dan timbal balik antar individu yang dirasa dapat membuat kehidupan mereka satu sama lain menjadi lebih baik. Dengan demikian, para pecinta tipe pragma lebih memiliki kecenderungan besar untuk membina sebuah hubungan yang serius, dikarenakan mereka lebih menekankan dasar timbal balik pada suatu hubungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan lebih lanjut mengenai bentuk komunikasi simbolik pada tipe cinta pragma wanita dewasa awal, yaitu bagaimana proses terjadinya interaksi dan komunikasi dari wanita ketika memberikan isyarat-isyarat atau simbol-simbol ketertarikan pada lawan jenis, sehingga kedekatan hubungan dapat terjalin dengan baik.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif studi kasus. Dengan penelitian studi kasus, maka penelaahannya dilakukan secara intensif, mendalam, mendetail, dan komprehensif. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrument manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai pengumpulan data, tahap reduksi data dan kategorisasi.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan, pertama, ketika subjek mulai merasa tertarik kepada seseorang, bentuk komunikasi simbolik yang pertama adalah subjek akan semakin sering mengajak orang tersebut berbicara saling bertukar pikiran dan pandangan. Selain itu, pada saat proses perbincangan berlangsung, subjek juga akan lebih cenderung memperlihatkan tanda penerimaan baik secara verbal maupun non verbal. Kedua, ketika subjek menunjukan tanda penolakan, subjek akan cenderung untuk menghindari perbincangan dengan seseorang. Tanda  penolakan juga ditunjukkan secara verbal maupun non verbal. Pada verbal, penolakan ditunjukan pada pemilihan kata yang cenderung singkat dan tajam serta mengarahkan untuk segera mengakhiri pembicaraan sesegera mungkin. Pada non verbal, ditunjukkan dengan gerak tubuh yang cenderung menjauh dari orang tersebut untuk menghindari terjadinya pembicaraan.