Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Penerapan Hukuman yang Tidak Efektif di Sekolah dengan Inferioritas Pada Siswa SD.

Fentostan Widoyoko Tunggal

Abstrak


ABSTRAK

 

Siswa SD mengalami perubahan lingkungan anak rumah menjadi anaksekolahan. Adanya perubahan ini membuat siswa mengembangkan standarstandarbaru dalam menilai dirinya. Standar-standar baru didapat dari interaksisiswa dengan orang lain, terutama guru. Adanya hukuman yang diberikan olehguru saat proses belajar mengajar mengakibatkan adanya penilaian yang negatifsiswa terhadap dirinya. Hal ini yang membuat siswa mengalami perasaaninferioritas.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penerapan hukumanyang tidak efektif di sekolah dengan inferioritas pada siswa SD. Rancanganpenelitian kuantitatif ini adalah deskriptif korelasional. Subjek penelitian inisebanyak 108 siswa SD, dengan rincian 12 siswa kelas 4, 12 siswa kelas 5, dan 12siswa kelas 6 di SDN Pujon Lor 1, SDN Pujon Lor 2, dan SDN Pujon Lor 3.Teknik pengambilan sampel adalah cluster random sampling. Instrumenpenelitian yang digunakan adalah angket penerapan hukuman tidak efektif disekolah dan skala inferioritas. Angket penerapan hukuman tidak efektif di sekolahterdiri dari 36 aitem dengan reliabilitas 0,854 dan skala inferioritas terdiri dari 35aitem dengan reliabilitas 0,874. Data hasil penelitian dianalisis denganmenggunakan teknik prosentase analisis deskriptif dan analisis korelasi productmoment pearson.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan hukuman yang tidakefektif di sekolah pada subjek penelitian sebagian besar dalam kategori sedangdengan persentase sebesar 78 % dan gambaran kondisi inferioritas pada subjekpenelitian sebagian besar dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 71 %.Uji hipotesis menyimpulkan tidak terdapat hubungan antara penerapan hukumanyang tidak efektif di sekolah dengan pada siswa SD (rxy = 0,093; p = 0,340>0,05).

 

Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan: (1) Bagi Sekolah, hukumandi sekolah yang dilakukan oleh guru sebaiknya menggunakan hukuman yangefektif; (2) Bagi orang tua, diharapkan tidak menggunakan pola asuh gaya hidupdimanja dan pola asuh gaya hidup tertolak karena dapat menyebabkan perasaaninferioritas pada anak; (3) Bagi Peneliti Selanjutnya, diharapkan mengembangkanpenelitian dengan cara menambah populasi dan memasukkan faktor lain yangberhubungan dengan penerapan hukuman yang tidak efektif di sekolah daninferioritas pada siswa SD sebagai variabel.