Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Kematangan Emosi dengan Perilaku Pemberian Hukuman oleh Guru di Sekolah

Asri Rahayu

Abstrak


ABSTRAK

 

Rahayu, Asri. 2012. Hubungan Kematangan Emosi dengan Perilaku Pemberian Hukuman oleh Guru di Sekolah. Skripsi, Jurusan Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si.  (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi, M.Psi.

 

Kata kunci: kematangan emosi, hukuman di sekolah, guru

 

Kematangan emosi merupakan kemampuan  yang dimiliki untuk mengontrol emosi sehingga individu dapat bertingkah sesuai dengan situasi di lingkungan dan mampu mengendalikan emosi ketika berada dalam situasi sosial tertentu. Perilaku pemberian hukuman di sekolah merupakan tindakan guru dalam menghadapi pelanggaran yang dilakukan oleh siswa, tindakan untuk menghukum siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kematangan emosi dengan perilaku pemberian hukuman di sekolah. Rancangan penelitian  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  deskriptif korelasional. Subyek penelitian ini adalah guru yang mengajar di SMP Negeri di Kecamatan Wates Kediri sebanyak 80 guru. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kematangan emosi dan skala perilaku pemberian hukuman. Skala kematangan emosi terdiri dari 33 aitem dengan reliabilitas 0,908 dan skala perilaku pemberian hukuman terdiri dari 36 aitem dengan reliabilitas 0,897. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis korelasi product moment pearson.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematangan emosi guru SMP Negeri di Kecamatan Wates sebagian besar dalam kategori cukup matang dengan persentase sebesar 46,25% dan perilaku pemberian hukuman oleh guru SMP Negeri di Kecamatan Wates sebagian besar dalam kategori cukup efektif dengan persentase sebesar 53,75%. Uji hipotesis menyimpulkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara kematangan emosi dengan perilaku pemberian hukuman di sekolah pada guru SMP Negeri di Kecamatan Wates (rxy=0,226; p=0,044< 0,05). Hal ini dapat diartikan bahwa ada hubungan antara kematangan emosi dengan perilaku pemberian hukuman oleh guru di sekolah.

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka disarankan: (1) Guru diharapkan dapat mempertahankan serta meningkatkan kematangan emosi yang dimiliki, dapat mengikuti kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kematangan emosi guru, dan diharapkan menggunakan hukuman sebagai solusi terakhir, dalam memberikan hukuman guru diharapkan dapat memberikan hukuman yang efektif bagi para siswanya. (2) Sekolah dih