Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Tindak Pembelajaran Guru dalam Membangun Karakter di SDI Al-Munawar Tulungagung

Sokip .

Abstrak


ABSTRAK

 

Sokip. 2012. Tindak Pembelajaran  Guru dalam Membangun Karakter di SDI Al-Munawar Tulungagung. Disertasi. Program Studi Psikologi Pendidikan. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. I. Wayan Ardhana, M.A; (II) Dr. Dany M.Handarini, M.A; (III) Dr. Nurul Murtadho, M.Pd. 

 

Kata kunci: tindak pembelajaran guru, membangun karakter.

 

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk-bentuk tindakan guru dalam membangun karakter di SDI Al-Munawar Tulungagung, (2) strategi guru dalam membangun karakter di SDI Al-Munawar Tulungagung, (3) alasan-alasan guru dalam membangun karakter di SDI Al-Munawar Tulungagung, (4) bentuk-bentuk karakter atas tindakan guru di SDI Al-Munawar Tulungagung.

Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut dianalisis secara berulang-ulang dengan model interaktif yang diadopsi dari Miles dan Huberman. Analisis data dilakukan dengan langkah reduksi data yakni klasifikasi, pengkodean, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mendapatkan kredibilitas data, peneliti melakukan triangulasi, pengecekan anggota, dan diskusi teman sejawat. Sementara dependabilitas dan konfirmabilitas dilakukan oleh para pembimbing sebagai independent auditor.

Berdasarkan hasil analisis data ditemukan beberapa temuan sebagai berikut. Pertama, bentuk-bentuk tindakan guru dalam membangun karakter di SDI Al-Munawar dilakukan dengan beberapa macam tindakan: (1) Guru membiasakan diri datang lebih awal untuk menanamkan sifat disiplin diri; (2) Guru membiasakan diri  membaca koran atau majalah waktu istirahat dan luang untuk menanamkan sifat gemar membaca; (3) Guru membiasakan siswa untuk berjabat tangan sambil mencium tangannya guru untuk menanamkan sifat hormat; (4) Guru membiasakan diri memberi contoh berdoa dengan hati yang khusuk, ikhlas, rendah hati menanamkan sifat religius; (5) Guru membiasakan diri mengecek kemampuan siswa dalam memahami pelajaran dalam rangka menanamkan sifat tanggungjawab; (6) Guru menjelaskan kembali keterangannya pada siswa yang mengalami keterlambatan dalam hal pemahaman untuk menanamkan sifat peduli; (7) Guru membiasakan diri menunggu kedatangan siswa dengan penuh kesabaran untuk menanamkan sifat sabar; (8) Guru membiasakan diri mengucapkan salam untuk menanamkan sifat cinta damai; (9) Guru membiasakan siswa saling mendengarkan bacaan temannya saat dikelas untuk menanamkan sifat toleransi; (10) Guru membiasakan diri datang lebih awal untuk menanamkan sifat ulet dan gigih; (11) Guru berpakaian yang bersih dan mengecek kebersihan kelas untuk menanamkan sifat cinta kebersihan; (12) Guru mengajak siswa secara teliti mencermati isi bacaan yang ada dan mencari pokok kalimat yang ada dalam bacaan, untuk menanamkan sifat ketelitian; (13) Guru memberi teguran dengan bahasa yang tidak menakutkan siswa, untuk menanamkan sifat ramah; (14) Guru mengajak berdo’a dengan hati yang tawadhu’, untuk menanamkan sifat tawadhu’ (rendah hati); (15) Guru memberi nilai dengan kriteria yang jelas, untuk  menanamkan sifat adil; (16) Guru mengkoreksi hasil dari PR para siswanya  sambil menunggu para siswa masuk , untuk menanamkan sifat produktif; (17) Guru mengajak berbagi kebahagiaan dengan orang lain yang mengalami musibah untuk menanamkan sifat tolong menolong; (18) Guru memberi kesempatan yang luas untuk bertanya, untuk menanamkan sifat rasa ingin tahu; (19) Guru membiasakan diri mengucapkan salam, untuk menanamkan sifat bersahabat; (20) Guru membiasakan diri memberi kesempatan pada siswa untuk  bertanya dan menjawab pertanyaan guru, untuk menanamkan sifat berani; (21) Guru mendekati siswa yang pemalu, siswa yang pendiam dalam memberi penjelasan, untuk menanamkan sifat bijaksana; (22) Guru membiasakan siswa tidak melihat hasil pekerjaan milik temannya dalam mengerjakan tugas dan UAS, untuk menanamkan sifat mandiri; (23) Guru menggunakan kesempatan yang ada untuk menghasilkan sesuatu yang bermakna, untuk menanamkan sifat kreatif; (24)Guru menjelaskan pelajaran dengan kata-kata yang tidak menyakitkan perasaan siswa, untuk menanamkan sifat santun; (25) Guru mengajak siswa tidak mencontek waktu ujian atau melihat milik temannya, untuk menanamkan sifat jujur; (26) Guru memberi penguatan pada siswa agar setiap saat selalu sungguh-sungguh, untuk menanamkan sifat sungguh-sungguh; (27) Guru membiasakan siswa selalu menempati tempat duduknya dan selalu belajar dirumah dengan konsisten, untuk menanamkan sifat ajek; (28) Guru membiasakan siswa agar teliti saat mendengarkan penjelasan dari gurunya,  untuk menanamkan sifat cermat; (29) Guru selalu memanfaatkan waktu yang ada untuk membaca buku, untuk mengkoreksi hasil pekerjaan rumah dengan penuh ketelitian dan hati-hati, untuk menanamkan sifat tekun; (30) Guru menggunakan metode kelompok dalam mengajar di kelas, untuk menanamkan sifat mau kerjasama.

Kedua, strategi guru dalam membangun karakter di SDI Al-Munawar Tulungagung dilakukan dengan empat langkah, (1) memasukkan  nilai-nilai kebaikan  (pengetahuan), (2) mengajak siswa  untuk mempunyai alasan atau keinginan untuk melakukan nilai-nilai kebaikan (perasaan), (3) membiasakan siswa untuk melakukan nilai-nilai kebaikan (psikomotorik), dan (4) guru mengadakan pemantauan terhadap nilai-nilai karakter siswa yang kerjasama dengan orang tua siswa.

Ketiga, alasan-alasan guru dalam membangun karakter di SDI Al-Munawar: (1) alasan agama. Agama Islam memerintahkan umatnya agar memiliki akhlak mulia; (2) alasan sosial. Kehidupan masyarakat sekarang semakin penuh dengan ketidakaturan karena tidak dipatuhinya norma-norma sosial;(3) alasan budaya. Sebagai bangsa timur yang memiliki budaya adiluhung, dirasa penting untuk menanamkan dan mewariskan budaya tersebut kepada generasi berikutnya; (4) alasan amanat Pancasila. Sebagai dasar negara, Pancasila mengandung nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan. (5) alasan amanat undang-undang. Ada tiga undang-undang yang mengamanatkan pendidikan karakter, yakni (1) UUD 1945, (2) Undang-undang nomor 20 tahun 2003,  dan (3) UU nomor. 14/2005 tentang guru & dosen. 

Keempat, bentuk-bentuk karakter atas tindakan guru di SDI Al-Munawar adalah nilai-nilai karakter yang dimiliki oleh para Rasul yang meliputi:  (1)Shiddik yang berarti benar dengan berbagai indikator seperti siswa terbiasa dengan sikap religius, sabar, tawadhu’, adil, berani, jujur (2) Amanah yang berarti dapat dipercaya, dengan berbagai indikator seperti disiplin, tanggungjawab, gigih, kebersihan, bersahabat, bijaksana, sungguh-sungguh, ajek (3)Tabligh yang artinya menyampaikan sesuatu, dengan berbagai indikator seperti siswa terbiasa dengan sikap hormat, peduli, cinta damai, toleransi, ramah, tolong menolong, santun, kerja keras (4) Fathanah yang berarti kecerdasan dengan berbagai indikator seperti siswa terbiasa dengan sikap yang gemar membaca, teliti, produktif, rasa ingin tahu, mandiri, kreatif, cermat, tekun.