Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Kematangan Emosi dengan Kepemimpinan pada Mahasiswa Pengurus Organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Negeri Malang

Swesty Ismienar

Abstrak


ABSTRAK

 

Ismienar, Swesty. 2012. Hubungan Kematangan Emosi dengan Kepemimpinan pada Mahasiswa Pengurus Organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Adi Atmoko, M.Si., (II) Nur Eva, S.Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci : kematangan emosi, kepemimpinan, dan organisasi unit kegiatan mahasiswa

 

Pemimpin yang ideal dalam sebuah organisasi adalah pemimpin yang memiliki kematangan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kematangan emosi mahasiswa pengurus organisasi, (2) kepemimpinan mahasiswa pengurus organisasi, dan (3) hubungan kematangan emosi dengan kepemimpinan mahasiswa pengurus dalam organisasi pada Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Negeri Malang.

Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan korelasional, jumlah subyek sebanyak 60 mahasiswa pengurus organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data kematangan emosi dikumpulkan dengan skala kematangan emosi (koefisien validitas item antara 0,275 sampai 0,688, dan koefisien reliabiltas 0,850) dan data kepemimpinan mahasiswa pengurus organisasi dikumpulkan dengan skala kepemimpinan (koefisien validitas item antara 0,304 sampai 0,748, dan koefisien reliabilitas 0,918). Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara kematangan emosi dengan kepemimpinan mahasiswa pengurus organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa (rxy = 0,572 dengan sig = 0,000 < 0,05). Artinya semakin tinggi kematangan emosi mahasiswa pengurus organisasi maka semakin tinggi pula kemampuannya dalam memimpin. Hasil analisis deskriptif menunjukkan kematangan emosi mahasiswa pengurus organisasi sebanyak 9 orang (15%) tinggi, 44 orang (73,33%) sedang, dan 7 orang (11,67%) rendah, sedangkan kepemimpinan mahasiswa pengurus organisasi sebanyak 6 orang (10%) tinggi, 45 orang (75%) sedang, dan 9 orang (15%) rendah.

Disarankan, (1) bagi mahasiswa pengurus organisasi untuk mengontrol emosi diri saat sedang terjadi masalah dalam organisasi, dengan meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar, memperbanyak sosialisasi dengan orang lain agar menambah wawasan dalam dirinya, (2) bagi organisasi perlu mengadakan seminar atau pelatihan yang bertema emosi dan kepemimpinan sehingga kualitas kepemimpinan pengurus organisasi bisa semakin lebih tinggi lagi, (3) bagi peneliti selanjutnya disarankan melakukan penelitian lebih luas yang terkait dengan kematangan emosi dan kepemimpinan, dan melakukan penelitian yang lebih komprehensif dengan metode kualitatif.