Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Pengetahuan Mengenai Kesetaraan Gender dan Motivasi Kerja Pada Polwan

Rizki Hayu Kuncorowati

Abstrak


ABSTRAK

 

Kuncorowati, Rizki Hayu. 2012. Hubungan Antara Pengetahuan Kesetaraan Gender dan Motivasi Kerja Pada Polwan. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Anies Syafitri, S.Psi., M.Psi Psikolog. (II) Drs. H. Mohammad Bisri, M.Si.

 

Kata kunci: pengetahuan kesetaraan gender, motivasi kerja.

 

Pengetahuan kesetaraan gender adalah pemahaman mengenai hak-hak yang dimiliki kaum perempuan untuk menjalankan peran non-biologisnya di bidang politik, ekonomi, keluarga, pendidikan dan sosial budaya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) arti dari pengetahuan kesetaraan gender, (2) motivasi kerja, (3) hubungan pengetahuan kesetaraan gender dan motivasi kerja pada polwan. Hipotesis yang dirumuskan adalah ada hubungan positif antara pengetahuan kesetaraan gender dan motivasi kerja pada polwan.

Desain yang digunakan adalah korelasional dengan subyek sebanyak 50 polwan yang diambil dengan teknik Insidental Sampling. Data pengetahuan kesetaraan gender dikumpulkan dengan skala pengetahuan kesetaraan gender, dan data motivasi kerja dikumpulkan dengan skala motivasi kerja (koefisien reliabilitas pengetahuan kesetaraan gender 0.963 dan motivasi kerja 0.984), kemudian hasilnya diolah menggunakan teknik Korelasi Spearman.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan kesetaraan gender dan motivasi kerja. Deskripsi data menunjukkan sebanyak 18 orang (36%) termasuk kategori pengetahuan tinggi, 32 orang (64%) termasuk kategori sedang, dan tidak ada yang termasuk dalam  kategori rendah; dan polwan yang mempunyai tingkat motivasi kerja tinggi sebanyak 13 orang (26%), 29 orang (58,14 %) kategori sedang, dan 8 orang (16%) kategori rendah. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi polwan diharapkan dapat memberikan pemahaman bahwa peran dapat dibagi secara adil dan tidak bersifat mutlak ( dapat dipertukarkan) sehingga laki-laki dapat mengambil peran yang menjadi peran wanita ataupun sebaliknya. Agar wanita memiliki sikap positif terhadap kesetaraan gender dan motivasi kerja. Untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kesetaraan gender dengan cara mencari informasi baik informasi melalui media cetak maupun elektronik, sedangkan motivasi kerja diperoleh melalui proses belajar dengan aktif dan disiplin mengerjakan tugas yang dibebankan pada dirinya.