Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Dampak Pelajaran Menyanyi Terhadap Perolehan Bahasa Dan Respon Emosi negatif Pada Anak Autisme.

Dessy Kumalasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Kumalasari, Dessy. 2009. Dampak Pelajaran Menyanyi Terhadap Perolehan Bahasa Dan Respon Emosi negatif Pada Anak Autisme. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. H. Alwisol, M.Pd., (2)Anies Syafitri, M.Psi, Psikolog.

 

Kata Kunci :    Menyanyi, Pemerolehan Bahasa, Respons Emosi Anak Autisme.

 

Gangguan dalam berbicara merupakan salah satu gejala yang ada pada anak autisme. Gangguan dalam berbicara pada anak autisme menyebabkan anak tidak mampu mengutarakan keinginannya secara baik. Hal itulah yang menyebabkan munculnya respon emosi pada anak autisme,seperti marah, senang, takut, kecewa, sedih, dan lain sebagainya. Pemberian pelajaran berbahasa melalui menyanyi pada anak autisme sangat dibutuhkan. Dengan belajar menyanyi diharapkan dapat menambah kosakata anak sehingga mampu menyampaikan keinginannya dan respon emosi yang dimilikinya lebih terkontrol dengan baik. Metode menirukan diberikan untuk membantu anak autisme  menambah kosa kata yang dimilikinya sehingga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berbahasa.

Penelitian ini dilakukan di Sekolah AutismeLaboratorium Universitas Negeri Malang, tanggal 25 Agustus sampai 10 September 2008. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian experimental dengan pendekatan within Subject, dengan nama desain one group pretest- posttest design. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pelajaran menyanyi dan metode menirukan, sedangkan variabel terikat adalah pemerolehan bahasa dan respon emosi pada anak autisme. Instrument yang digunakan adalah observasi dengan dilengkapi sedikit wawancara, serta materi lagu “Dua mata Saya” dan “ Satu-Satu”.Subyek dalam penelitian ini sebanyak 3 orang siswa dengan kriteria sebagai berikut: Memiliki kemampuan verbal dan tidak bisu, Menjalani program terapi di Sekolah Laboratorium Autisme Universitas Negeri Malang, Tidak mengalami hambatan selain autisme seperti RM (retardasi Mental).

Analisis akhir penelitian berdasarkan hasil penelitian uji kolmogorov smirnov diketahui bahwa pelajaran menyanyi dengan metode menirukan berhubungan dengan kemampuan pemerolehan bahasa anak autisme, hal ini terlihat dari perbedaan skor pretest dan posttest hasil pengukuran perkembangan anak autisme. Analisis hasil penelitian uji-t menunjukkan bahwa dengan pemberian pelajaran menyanyi dengan metode menirukan terbukti berpengaruh positif pada pemerolehan bahasa dan respon emosi, karena dapat membantu anak autisme menambah perbendaharaan kosakata yang dimilikinya sehingga semakin bertambah banyak bahasa dan memperbaiki komunikasinya sehingga anak autisme mampu mengekspresikan keinginannya sehingga meminimalisasi respon emosi yang ada pada anak autisme.

Dengan diajarkannya pelajaran menyanyi dengan menggunakan metode menirukan ini pada anak autisme membantu lebih mudah memahami pelajaran yang diberikan sehingga membawa perubahan yang cukup meningkat pada perkembangan bahasa dan membawa perubahan terhadap respon emosi yang tidak dikehendaki pada anak autisme. Perubahan respon emosi yang tidak dikehendaki ini muncul karena anak autisme tidak mampu mengekspresikan kebutuhannya dan tidak mampu mengkomunikasikan dengan orang lain karena keterbatasan bahasa yang dimiliki, sehingga dengan diajarkannya pelajaran menyanyi ini dapat membantu anak autisme mengekspresikan kebutuhannya dan dapat berkomunikasi dengan orang lain. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah Peneliti selanjutnya dengan subjek anak autisme, hendaknya dapat memberikan media pembelajaran yang lain seperti contoh gambar yang dapat membuat anak lebih mudah dan tertarik untuk mengikuti pelajaran menyanyi serta membuat anak merasa lebih bersemangat, agar hasil yang diinginkan bisa lebih optimal. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengendalikan secara ketat variabel ekstra yang lain seperti kondisi subjek dalam melakukan pelajaran menyanyi dan lingkungan penelitian eksperimen berlangsung dan memperbanyak jumlah subjek yang akan diteliti serta menambah waktu perlakuan eksperimen agar diperoleh hasil yang lebih optimal.