Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Gaya Kelekatan Ambivalen pada Perempuan yang Mengalami Kekerasan dalam Pacaran

Risma Nur'aini

Abstrak


ABSTRAK

 

Nur’aini, Risma. 2012. Gaya Kelekatan Ambivalen pada Perempuan yang Mengalami Kekerasan dalam Pacaran. Skripsi, Jurusan Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Fattah Hidayat, S.Psi, M.Si. (II) Ninik Setiyowati, S.Psi, M.Psi.

 

Kata Kunci : Kelekatan, ambivalen, perempuan, kekerasan, pacaran

 

Kekerasan dalam pacaran (dating violence) bukan merupakan hal yang baru dalam dunia pacaran. Kalangan Psikolog telah menyepakati bahwa perempuan memiliki kadar emosi lebih tinggi daripada laki-laki, sehingga dalam kasus percintaan perempuanlah yang sering menjadi korban. Fenomena yang terjadi, perempuan yang mengalami kekerasan dalam pacaran justru berusaha mempertahankan hubungannya tersebut. Disinilah penelitian akan difokuskan pada pengungkapan aspek-aspek yang membentuk serta dinamika kelekatan ambivalen pada perempuan yang mengalami kekerasan dalam pacaran.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Subyek penelitian sebanyak tiga perempuan dewasa awal usia 20-40 tahun, mengalami kekerasan dalam pacaran pada saat sekarang, memiliki gaya kelekatan ambivalen terhadap hubungannya dan bersedia menjadi partisipan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui cara (1) melakukan beberapa kali wawancara lanjutan untuk membandingkan dengan wawancara sebelumnya (2) membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara (3) triangulasi sumber yaitu mengkonfirmasikan data yang didapat dari subyek primer dengan subyek skunder seperti pacar dan teman curhat.

Hasil penelitian ini mendapatkan 3 aspek yang membentuk gaya kelekatan ambivalen pada perempuan yang mengalami kekerasan dalam pacaran yaitu aspek ambivalensi, asertifitas, dan cemas akan perpisahan. Peneliti juga menemukan aspek lain yaitu aspek konflik dalam keluarga, wishful thingking, dan dukungan sosial.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada subyek yaitu (1) bertindak lebih asertif terhadap pasangan ketika pacaran (2) menetapkan prinsip dan nilai yang kuat dalam berpacaran sehingga memiliki keberanian untuk menolak hal-hal yang bertentangan dengan nilai yang dianut (3) menyediakan lebih banyak waktu untuk kegiatan yang bermanfaat.