Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

perbedaan kemandirian belajar ditinjau dari pola komunikasi keluarga pada siswa SMAN 6 malang

Taufiq Warnadharma

Abstrak


ABSTRAK

 

Warnadharma, Taufiq. 2012. Perbedaan Kemandirian Belajar Ditinjau dari Pola Komunikasi Keluarga pada Siswa Kelas XI SMAN 6 Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M.Si, (2) Ika A. Farida, S.Psi, M.Psi.

 

Kata kunci: kemandirian belajar, pola komunikasi keluarga

 

Dalam proses belajar di sekolah saat ini siswa harus lebih kreatif dan memiliki kemandirian belajar yang tinggi. Lingkungan keluarga salah satu faktor dari luar yang dapat mempengaruhi kemandirian belajar. Setiap keluarga menerapkan pola komunikasi yang berbeda tergantung dari latar belakang pendidikan dan budaya orang tua. Pola komunikasi tersebut meliputi interaksional, ABX dan S-R yang memiliki karakteristik berbeda satu sama lain yang berdampak pada tingkat kemandirian belajar siswa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adakah perbedaan kemandirian belajar pada siswa ditinjau dari pola komunikasi keluarga.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian penelitian deskriptif komparatif. Sampel yang diteliti adalah 77 siswa kelas XI SMA Negeri 6 Malang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Data diperoleh dari skala kemandirian belajar dan angket komunikasi keluarga yang terbagi menjadi tiga pola: interaksional, ABX dan S-R.

Hasil analisis deskriptif menunjukkan sebanyak 66% siswa menggunakan pola komunikasi interaksional, 24% menggunakan pola komunikasi ABX dan 10% menggunakan pola komunikasi S-R. Rata-rata kemandirian belajar yang paling tinggi diantara ketiga pola komunikasi ditunjukkan siswa dengan pola komunikasi interaksional sebesar 163,47. Hasil uji Hipotesis dengan menggunakan perhitungan uji beda one way anova menggunakan pendekatan BF (Brown Forsythe) diperoleh Brown-Forsythe = 37,787 signifikan pada 0,000 < 0.05. Hal ini menunjukkan ada perbedaan kemandirian belajar ditinjau dari pola komunikasi keluarga.

Berdasarkan hasil penelitian disarankan (1) bagi pendidik (guru), diharapkan mampu memberi motivasi untuk meningkat kemandirian belajar siswa sehingga tujuan akhir yang berupa peningkatan prestasi belajar siswa bisa tercapai, (2) bagi orang tua, diharapkan dapat menggunakan pola komunikasi interaksional yaitu dengan cara komunikasi dengan anak lebih intensif dan terbuka sehingga anak mampu lebih komunikatif, dan (3) bagi penelitian selanjutnya untuk lebih mengembangkan penelitian mengenai perbedaan kemandirian belajar dengan menambahkan ditinjau dari variabel yang lain, misalnya dengan motivasi belajar atau strategi belajar.