Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Kematangan Emosi dengan Manajemen Konflik pada Remaja Akhir yang Melakukan Perkawinan di Usia Muda

Berliana Marta Yonarsianti

Abstrak


ABSTRAK

 

Yonarsianti, Berliana Marta. 2012. Hubungan antara Kematangan Emosi dengan Manajemen Konflik Remaja Akhir yang Melakukan Perkawinan di Usia Muda. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si, (II) Pravissi Shanti, S.Psi, M.Psi.

 

Kata Kunci: kematangan emosi, manajemen konflik, remaja akhir

 

Kematangan emosi adalah suatu kondisi pe­rasaan atau reak­si perasaan yang stabil terhadap suatu objek permasalahan untuk mengam­bil suatu keputusan tidak mudah berubah. Manajemen konflik merupakan suatu strategi penyelesaian konflik yang mengacu pada suatu aktivitas yang dimaksudkan untuk mengelola konflik mulai dari perencanaan, evaluasi dan pemecahan suatu konflik.

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui gambaran  kematangan emosi pada remaja akhir yang melakukan perkawinan di  usia muda 2) mengetahui gambaran manajemen konflik pada remaja akhir yang melakukan perkawinan di usia muda 3) mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan manajemen konflik pada remaja akhir yang melakukan perkawinan di  usia muda.

Jenis penelitian ini adalah deskriptif-korelasional. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian sejumlah 42 orang dengan ciri-ciri: (1) remaja usia 18-21 tahun (remaja akhir) (2) menikah (3) berjenis kelamin perempuan. Penelitian ini menggunakan 2 instrumen yaitu, skala kematangan emosi yang disusun peneliti dan skala manajemen konflik yang dikembangkan berdasarkan skala yang telah disusun David W. Johnson. Dengan menggunakan korelasi pearson didapatkan hasil uji validitas aitem kematangan emosi, yaitu validitasnya antara 0,366 sampai 0,863 dan penghitungan reliabilitas dengan koefisien Alpha Cronbach 0,933. Sedangkan untuk hasil uji validitas aitem manajemen konflik, yaitu validitasnya antara 0,362 sampai 0,699 dan penghitungan reliabilitas dengan koefisien Alpha Cronbach 0,883. Teknik pengumpulan data menggunakan skala. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi Kendall’s-Tau.

Hasil dari penelitian ini adalah : (1) kematangan emosi remaja putri yang melakukan perkawinan usia muda berada pada klasifikasi emosi matang (57,14%) dan emosi tidak matang (42,86%); (2) manajemen konflik yang digunakan digolongkan menjadi manajemen konstruktif (16,67%) dan destruktif (83,33%), (3) dengan menggunakan teknik korelasi Kendall’s-Tau antara kematangan emosi dan manajemen konflik rxy = 0,018 signifikansi (0,870 >0,05), hal ini menunjukan bahwa adanya hubungan positif yang tidak signifikan antara kematangan emosi dengan manajemen konflik remaja akhir yang melakukan perkawinan usia muda.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi : (1) remaja yang melakukan perkawinan usia muda untuk mengungkapkan emosinya dengan hal-hal yang positif  (2) suami untuk dapat menggunakan manajemen konflik yang konstruktif pula (3) peneliti selanjutnya yang berminat untuk mengkaji menggunakan salah satu gaya manajemen konflik dan pendekatan kualitatif sehingga didapatkan hasil yang spesifik.