Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Pengetahuan Tentang HIV/AIDS dan Kecemasan Mengikuti VCT (Voluntary Counselling and Testing) Pada WPS (Wanita Pekerja Seks) Di Lokalisasi Jarak Surabaya

Ninik Kristince

Abstrak


ABSTRAK

 

Kristince, Ninik. 2012. Hubungan Antara Pengetahuan Tentang HIV/AIDS dan Kecemasan Mengikuti VCT (Voluntary Counselling and Testing) Pada WPS (Wanita Pekerja Seks) Di Lokalisasi Jarak Surabaya. Skripsi, Jurusan Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed. (II) Ninik Setiyowati, S.Psi, M.Si.

 

Kata kunci: pengetahuan tentang HIV/AIDS, kecemasan mengikuti VCT

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengetahuan tentang HIV/AIDS dan kecemasan mengikuti VCT (Voluntary Counselling and Testing) pada WPS (Wanita Pekerja Seks) di lokalisasi Jarak Surabaya.

Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Subyek penelitian ini adalah WPS di lokalisasi Jarak Kelurahan Putat Jaya RW XI Kecamatan Sawahan Surabaya yang belum melakukan VCT sebanyak 48 WPS. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket pengetahuan tentang HIV/AIDS terdiri dari 15 aitem dengan reliabilitas 0,581 dan skala kecemasan mengikuti VCT terdiri dari 24 aitem dengan reliabilitas 0,794. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis korelasi product moment pearson.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang HIV/AIDS WPS Jarak sebagian besar dalam kategori tinggi dengan persentase sebesar 54,17%, dan kecemasan mengikuti VCT WPS Jarak sebagian besar dalam kategori rendah dengan persentase sebesar 81,25%. Uji hipotesis menyimpulkan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara pengetahuan tentang HIV/AIDS dan kecemasan mengikuti VCT WPS di lokalisasi Jarak Surabaya (rxy = -0,506; p = 0,000 < 0,05). Hal ini dapat diartikan bahwa WPS yang memiliki pengetahuan tentang HIV/AIDS tinggi, maka kecemasan mengikuti VCT rendah dan sebaliknya.

Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan: (1) Bagi WPS dengan memiliki pengetahuan yang baik mengenai HIV/AIDS, diharapkan WPS menyadari pentingnya melakukan VCT sehingga WPS berpartisipasi secara aktif datang ke pelayanan kesehatan untuk mengikuti VCT secara rutin dan sukarela. (2) LSM dan Tim VCT diharapkan lebih melakukan upaya pendekatan yang tepat pada WPS terutama pada WPS yang belum pernah melakukan VCT untuk berpartisipasi secara aktif datang ke pelayanan kesehatan untuk mengikuti VCT secara rutin dan sukarela. Serta bekerja sama dengan staf kelurahan lokalisasi seperti RT dan RW untuk selalu melakukan pendataan secara berkala serta menghimbau WPS yang belum pernah mengikuti VCT, agar melakukan VCT (3) Diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi untuk mengembangkan penelitian dengan topik yang sama, melakukan pendekatan terlebih dahulu kepada WPS seperti wawancara, dan mengembangkan jumlah populasi sehingga hasil yang diperoleh akan lebih baik.