Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Motivasi Berprestasi dan Tipe Kepribadian dengan Stres Akademik pada Mahasiswa Universitas Negeri Malang

Anggia Narulita

Abstrak


ABSTRAK

 

Narulita, Anggia. 2011. Hubungan antara Motivasi Berprestasi dan Tipe Kepribadian dengan Stres Akademik pada Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Fattah Hidayat, S.E., S.Psi., M.Si., (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Si.

 

Kata Kunci : motivasi berprestasi, tipe kepribadian, dan stres akademik

 

Stres akademik adalah proses menilai tuntutan akademik sebagai mengancam, menantang atau membahayakan dirinya, baik secara fisik maupun psikologis, dan memberikan respon terhadap tuntutan tersebut dalam tingkatan fisiologis, emosi, kognisi, dan tingkah laku. Perbedaan tingkat stres akademik tiap individu berbeda-beda, faktor yang mempengaruhi diantaranya adalah motivasi berprestasi dan tipe kepribadian. Motivasi berprestasi adalah kecenderungan memperjuangkan kesuksesan dengan cara mengatasi hambatan, menggunakan kekuatan, berusaha untuk melakukan sesuatu tugas atau pekerjaan yang sulit dengan baik dan sesegera mungkin. Kepribadian adalah organisasi yang dinamis mencakup fikiran, perasaan dan tingkah laku, kesadaran dan ketidak sadaran yang ditentukan oleh keturunan dan lingkungan dan menentukan cara individu yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Kepribadian dibagi menjadi dua tipe, yaitu tipe kepribadian introvert dan tipe kepribadian ekstravert. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi dan tipe kepribadian dengan stres akademik. Penelitian ini berjenis deskriptif dan korelasional, pengambilan sampel ditentukan dengan teknik Simple Random Sampling. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah skala motivasi berprestasi, skala EPI (Eysenck Personality Inventori) adaptasi Indonesia, dan skala stres akademik.

Berdasarkan hasil analisis deskriptif, motivasi berprestasi tergolong sedang, tipe kepribadian tergolong ekstravert, dan stres akademik tergolong sedang. Hasil analisis korelasi motivasi berprestasi sebesar rxy = 0,138 dengan nilai p = 0,458 (> 0,05). Ini berarti tidak ada hubungan antara motivasi berprestasi dengan stres akademik. Koefisien rxy = -0,451 dengan p = 0,011 (< 0,05) pada tipe kepribadian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara tipe kepribadian dengan stres akademik. Hasil analisis regresi ganda menunjukkan signifikan F sebesar 0,039 < 0,05 dan r2 = 0,207. Maka dapat disimpulkan ada hubungan antara motivasi berprestasi dan tipe kepribadian dengan stres akademik. Signifikansi motivasi berprestasi sebesar 0,755 > 0,005 maka sumbangan efektif terhadap stres akademik hanya berasal dari tipe kepribadian dengan signifikansi 0,016 < 0,05.

Dari hasil penelitian ini disarankan kepada mahasiswa agar dapat memahami motivasi berprestasi dan tipe kepribadian yang dimiliki agar dapat mengatasi kesulitan dengan mudah untuk menghindari timbulnya stres akademik dan mempelajari cara coping stres. Bagi universitas, layanan konsultasi bagi mahasiswa dapat ditingkatkan lagi agar mahasiswa memperoleh tempat yang sesuai untuk mengungkapkan kesulitan yang mereka hadapi sehingga terhindar dari stres akademik. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan agar menambah jumlah sampel penelitian, melakukan penelitian dengan variabel yang berbeda yang berpengaruh terhadap stres akademik seperti intelektual (cara berpikir) dan harga diri (self esteem), serta menambah karakteristik subyek yang mengalami stres akademik.