Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

hubungan pengetahuan moral seksual dengan perilaku seksual siswa SMA tidak populer

Arilia Rizqi Zuri Hartanto

Abstrak


ABSTRAK

 

Hartanto, Arilia Rizqi Zuri. Hubungan Pengetahuan Moral Seksual dengan Perilaku Seksual pada Siswa SMA Tidak Populer. Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Anies Syafitri S.Psi, M.Psi, Psikolog (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Si.

 

Kata Kunci : Siswa Tidak Populer, Pengetahuan Moral Seksual, Perilaku Seksual

 

Pengetahuan moral seksual diharapkan dapat menjadi pedoman siswa untuk tidak melakukan perilaku seksual yang melanggar moral. Namun siswa yang tidak populer dapat dengan mudah terpengaruh temannya yang lebih populer untuk berperilaku seksual. Karena keinginan untuk diterima dan disukai (populer) oleh teman sebaya sangatlah besar. Dalam hal ini muncul pertanyaan seberapa besarkah pengetahuan moral seksual yang dimiliki remaja berperan sebagai pertimbangan dalam setiap perilakunya.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendekskripsikan pengetahuan moral seksual siswa SMA tidak populer, dan perilaku seksual siswa SMA yang tidak populer. Serta untuk mengetahui hubungan pengetahuan moral seksual dengan perilaku seksual. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Populasi penelitian terdiri dari siswa dan siswi SMA Negeri 8 Malang dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel seluruhnya berjumlah 68 orang yang kemudian disaring antara siswa populer dan tidak populer. Peneliti hanya mengambil siswa tidak populer sebanyak 57 siswa. Instrumen yang digunakan berupa alat ukur skala pengetahuan moral seksual, sosiometri, dan skala perilaku seksual.

Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan negatif antara pengetahuan moral seksual siswa tidak populer dengan perilaku seksual siswa SMA(rxy= -0,555 p = 0,000 < 0,01). Hal ini berarti semakin tinggi pengetahuan moral seksualnya maka semakin rendah perilaku seksualnya, dan juga sebaliknya semakin rendah pengetahuan moral seksualnya maka semakin tinggi perilaku seksualnya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan: Bagi para siswa SMA disarankan untuk mempertahankan moral seksual yang mereka miliki agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang melanggar moral seksual yang berlaku di masyarakat. Bagi orang tua dan pendidik hendaknya memberikan pengetahuan moral seksual yang cukup dan memadai bagi remaja, bagi penelitian selanjutnya, penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam, karena memperhatikan besarnya pengaruh yang diakibatkan oleh faktor lain yang tidak ada dalam penelitian, maka diharapkan penelitian selanjutnya dapat memperhatikan faktor lain yang mempengaruhi pengetahuan moral seksual, faktor lain yang mempengaruhi perilaku seksual, dan subyek selain siswa tidak populer.