Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DAN KETERBUKAAN DIRI PADA REMAJA PENYANDANG TUNA DAKSA DI PANTI REHABILITASI SOSIAL CACAT TUBUH PASURUAN

MUZNAH RANIA

Abstrak


ABSTRAK

 

Rania, Muznah. 2012. Hubungan Antara Kecerdasan Emosi Dan Keterbukaan Diri Pada Remaja Penyandang Tuna Daksa Di Panti Rehabilitasi Sosial Cacat Tubuh Pasuruan. Skripsi, Jurusan Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed.  (II) Diantini Ida Vitrie, S.Psi, M.Si.

 

Kata kunci: kecerdasan emosi, keterbukaan diri, tunadaksa, rehabilitasi

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kecerdasan emosi dan keterbukaan diri pada remaja penyandang tuna daksa di Panti Rehabilitasi Sosial Cacat Tubuh Pasuruan.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Subyek penelitian ini adalah remaja penyandang tuna daksa sebanyak 58 orang.

Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kecerdasan emosi dan skala keterbukaan diri. Skala kecerdasan emosi terdiri dari 31 aitem dan reliabilitas 0,802. Skala keterbukaan diri terdiri dari 57 aitem dengan reliabilitas 0,866. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis korelasi product moment pearson.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosi pada remaja penyandang tuna daksa di Panti Rehabilitasi Sosial Cacat Tubuh Pasuruan sebagian besar dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 56,90% dan keterbukaan diri nya sebagian besar dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 56,90%. Uji hipotesis menyimpulkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosi dan keterbukaan diri pada remaja penyandang tuna daksa di Panti Rehabilitasi Sosial Cacat Tubuh Pasuruan (rxy = 0,723; p = 0,000 < 0,05).Hal ini dapat diartikan bahwa seseorang memiliki kecerdasan emosi yang tinggi, maka akan diikuti dengan keterbukaan diri nya yang juga tinggi dan sebaliknya kecerdasan emosi yang rendah, maka keterbukaan diri nya juga rendah.

Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan: (1)Bagi Subyek, disarankan untuk mempertahankan serta meningkatkan kecerdasan emosi yang dimiliki dengan cara mengenali dan mengelola emosi dengan baik, mengekspresikan emosi dengan tepat, melatih empati dan membina hubungan baik dengan orang lain. (2)Bagi Panti diharapkan agar ikut berperan serta untuk mengadakan kegiatan-kegiatan misalnya dengan memberikan pelatihan mengenai kecerdasan emosi, seperti pelatihan mengenali dan mengelola emosi dengan baik, mengekspresikan emosi dengan tepat, melatih empati dan membina hubungan baik dengan orang lain. Selain itu, Panti disarankan untuk memasukkan unsur-unsur kecerdasan emosi dalam setiap kegiatan yang ada.(3)Bagi Peneliti Selanjutnya diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi untuk mengembangkan penelitian sejenis dengan wilayah populasi yang berbeda dari panti Rehsos Cacat Tubuh Pasuruan, dan variabel lain yang berkaitan seperti penerimaan diri , resiliensi, motivasi berprestasi, serta menggunakan metode penelitian yang lebih baik.