Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Tingkat Niat Perilaku Agresi Mengemudi Antara Sopir Bus dan Sopir Minibus Malang-surabaya,

GANGSAR SEPTA PUTRA HIDAYANTA

Abstrak


ABSTRAK

 

Hidayanta, Gangsar Septa Putra. 2012. Perbedaan Tingkat Niat Perilaku Agresi    Mengemudi  Antara Sopir Bus dan Sopir Minibus Malang-surabaya, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Fattah Hanurawan, M. Si, M.Ed. (II) Indah Y. Suhanti, S.Psi, M.Psi.

 

Kata kunci : Niat Perilaku Agresi Mengemudi, Sopir Bus, Sopir Minibus      

 

Banyaknya kasus kecelakaan pada bus dan minibus disebabkan oleh sopir yang berperilaku agresi mengemudi. Perilaku agresi mengemudi dipengaruhi oleh niat dari setiap individu. Semakin besar niat pengemudi (sopir) mengemudi secara agresi, maka kecenderungan untuk menampilkan tingkah laku mengemudi secara agresi  akan semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui tingkat niat perilaku agresi mengemudi sopir bus, 2) mengetahui tingkat niat perilaku agresi mengemudi sopir minibus 3) mengungkap perbedaan tingkat niat perilaku agresi mengemudi antara sopir bus dan sopir minibus Malang-Surabaya.

Rancangan pada penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dan komparatif. Pada penelitian ini menggunkan skala Niat Perilaku Agresi Mengemudi yang dikembangkan dengan metode Skala Diferensiasi Semantik. Teknik validitas yang digunakan pada penelitian ini adalah validitas internal dan Reliabelitas yang digunakan adalah rumus Koefisien alpha. Populasi penelitian ini adalah sopir bus dan sopir minibus, sampel dalam penelitian ini yaitu 60 orang sopir, dengan 30 sopir bus dan 30 sopir minibus rute Malang-Surabaya. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive accidental sampling. Pengambilan sampel dilakukan di terminal Arjosari Malang.

Dari 60 orang sopir  sebanyak 2 sopir memiliki tingkat niat perilaku agresi mengemudi kategori sangat tinggi, 20 sopir kategori tinggi, 19 sopir kategori sedang, 15 sopir kategori rendah, 4 sopir kategori sangat rendah. Secara terpisah 1) tingkat niat perilaku agresi mengemudi sopir bus sebagian besar kategori sangat rendah, Sedangkan 2) tingkat niat perilaku agresi mengemudi sopir minibus sebagian besar kategori sedang. Berdasarkan analisa komparatif bahwa 3) ada perbedaan tingkat niat perilaku agresi mengemudi antara sopir bus dan sopir minibus dengan hasil uji-t = 2,851, p = 0,006 < 0,05.

Bagi Sopir Bus dan Sopir Minibus, diharapkan melakukan pemeriksaan baik terhadap mesin maupun perlengkapan lainnya sebelum mengemudi dan mematuhi peraturan lalu-lintas, bagi pimpinan perusahaan angkutan umum diharapkan melengkapi alat keselematan kendaraan, melakukan pemeriksaan dan perawatan terhadap kendaraan secara berkala dan memberikan pelatihan kepada para sopir tentang mengemudi yang aman, Bagi Dinas Perhubungan dan Kepolisian Keamanan Lalu-Lintas diharapkan melakukan pengecekan kelayakan atau uji KIR pada angkutan umum dan memberikan pelatihan pada sopir untuk mengemudi secara aman, bagi peneliti selanjutnya diharapkan agar lebih memperluas subyek penelitian dan memperhatikan variabel-variabel lain dan factor-faktor yang mempengaruhi niat perilaku agresi mengemudi.