Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA EMPATI DAN EFIKASI DIRI DENGAN PERILAKU AGRESI PADA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI INKLUSI DI KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG

AMA HASTIK

Abstrak


ABSTRAK

 

Hastik, Ama. 2012. Hubungan Antara Empati dan Efikasi Diri dengan Perilaku Agresi guru. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prastuti, M.Si., (II) Indah Y. Suhanti, S.Psi, M. Psi.

 

Kata kunci: empati, efikasi diri, perilaku agresi, guru

 

Empati adalah kemampuan untuk   memahami   pikiran,   perasaan   dan   pengalaman   orang   lain   dengan menempatkan  diri pada posisi orang lain tanpa kehilangan  identitas  diri, sikap pribadi, dan kendali reaksi emosi terhadap pengalaman emosi orang lain. Pemahaman yang melibatkan komponen kognisi dan afeksi tersebut membuat individu  mampu  menghargai  posisi  dan  perasaan  orang  lain,  sebagai  dasar membina hubungan interpersonal yang baik dan menyenangkan. Efikasi diri guru adalah keyakinan yang dimiliki oleh seorang guru sebagai individu yang mana di dalam diri mereka memiliki  kemampuan untuk merencanakan, mengatur, dan melaksanakan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Perilaku agresi adalah suatu perilaku yang diniatkan oleh seseorang untuk melukai objek yang menjadi sasaran agresi secara fisik maupun verbal, langsung maupun tidak langsung, yang dilakukan secara sengaja yang dapat menimbulkan penderitaan fisik atau psikis pada individu yang menjadi korban perilaku tersebut.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) gambaran empati guru sekolah dasar negeri inklusi di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, (2) gambaran efikasi diri guru sekolah dasar negeri inklusi di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, (3) gambaran perilaku agresi guru sekolah dasar negeri inklusi di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, (4) hubungan antara empati dengan perilaku agresi guru sekolah dasar negeri inklusi di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, (5) hubungan antara efikasi diri guru dengan perilaku agresi guru sekolah dasar negeri inklusi di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, (6) hubungan antara empati dan efikasi diri guru dengan perilaku agresi guru sekolah dasar negeri inklusi di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

Penelitian ini dilakukan pada guru di sekolah dasar negeri inklusi di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dengan jumlah sampel 42 orang, dengan rancangan penelitian deskriptif dan korelasional. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling dengan ciri-ciri : (1) Guru yang mengajar di Sekolah Dasar Negeri Inklusi di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, (2) Mengajar sebagai guru kelas atau guru mata pelajaran di kelas inklusi dan guru pembimbing khusus (GPK), (3) Laki-laki dan perempuan, (4) Berusia 21-60 tahun. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala empati, skala efikasi diri dan skala perilaku agresi. Hasil uji validitas aitem empati diperoleh nilai validitas antara 0,374 sampai 0,800, penghitungan reliabilitas dengan koefisien Alpha Cronbach 0,901, Hasil uji validitas aitem efikasi diri diperoleh nilai validitas antara 0,250 sampai 0,919, penghitungan reliabilitas dengan koefisien Alpha Cronbach 0,978 dan Hasil uji validitas aitem perilaku agresi diperoleh nilai validitas antara 0,362 sampai 0,806, penghitungan reliabilitas dengan koefisien Alpha Cronbach 0,939. Validitas instrumen menggunakan uji validitas isi dengan product moment pearson. Analisis data menggunakan analisa regresi linier berganda (Multiple Linier Regression).

Dari penelitian diperoleh hasil (1) tingkat empati guru berada pada kategori sedang (57,14%), dan tinggi (42,86%); (2) tingkat efikasi diri berada pada kategori sedang (14,29%), dan tinggi (85,71%); (3) tingkat perilaku agresi berada pada kategori sedang (9,52%) dan rendah (90,48%); terdapat hubungan negatif yang signifikan antara empati dengan perilaku agresi guru dengan korelasi product moment pearson (rxy = -0,554, p = 0,000< 0,05), terdapat hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri dengan perilaku agresi guru dengan korelasi product moment pearson (rxy = -0,631, p = 0,000< 0,05), serta terdapat hubungan antara empati dan efikasi diri dengan perilaku agresi dengan hasil analisis regresi linier berganda yang menunjukan nilai F 19,5111 (p = 0,000 < 0,05).

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan (1) bagi guru diharapkan dapat lebih berempati terhadap siswa terutama terhadap siswa yang berkebutuhan khusus, serta tetap mempertahankan efikasi dirinya yang tinggi terhadap perannya sebagai seorang pendidik serta menghindari berperilaku agresi (2) bagi sekolah diharapkan memberikan pelatihan kepada guru-guru untuk lebih meningkatkan empati, mempertahankan efikasi dirinya, sehingga guru dapat menghindari perilaku agresi (3) bagi Dinas Pendidikan diharapkan untuk memberikan bantuan profesional bagi para guru dalam bentuk reorientasi pelatihan dalam jabatan dan penataran guru, kepala sekolah, dan guru kelas sehingga mereka dapat memberikan kontribusi terhadap sekolah inklusi (4) bagi peneliti selanjutnya diharapkan menambah jumlah populasi dan sampel penelitian agar dapat terlihat perbedaannya, melakukan penelitian secara berkesinambungan yang lebih komprehensif tentang berbagai aspek yang berkaitan dengan empati, efikasi diri dan perilaku agresi, menyempurnakan atau menambah variabel independent dengan variabel- variabel yang dapat mempengaruhi empati, efikasi diri, dan perilaku agresi, misalnya usia, latar belakang pendidikan, pengalaman mengajar, jenis kelamin dan menambahkan atau memperkuat instrumen yang digunakan dalam penelitian, misalnya dengan menggunakann metode observasi dan wawancara.