Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Kompensasi dan Kepuasan Kerja dengan Voluntary Turnover Intention Karyawan Perusahaan Garmen Al-Waqi'ah Probolinggo

ANNIDA RACHMAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Rachmah, Annida. 2012. Hubungan Kompensasi dan Kepuasan Kerja dengan  Voluntary Turnover Intention Karyawan Perusahaan Garmen Al-Waqi’ah Probolinggo. Skripsi. Program Studi Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Hj.  Sri Weni Utami, M.Si (2) Indah Y Suhanti, M. Psi

 

Kata Kunci :Kompensasi, Kepuasan Kerja, Voluntary Turnover Intention

 

Salah satu praktik manajemen sumber daya manusia yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan sistem kompensasi yang adil dan transparan kepada karyawan. Bila kompensasi diberikan secara benar, karyawan akan lebih termotivasi untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi, dan sebaliknya jika sistem kompensasi tidak efektif akan membuat prestasi kerja, motivasi menurun  serta akan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan sehingga mengakibatkan timbulnya  voluntary turnover intention yang tidak terkendali. Penelitian ini bertujuan : (1)  Untuk mengetahui gambaran kompensasi yang diberikan Perusahaan Garmen Probolinggo kepada karyawannya (2) Untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja karyawan di Perusahaan Garmen Probolinggo (3) Untuk mengetahui intensitas  voluntary turnover intention  karyawan di Perusahaan Garmen Probolinggo (4) Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan  negatif antara kompensasi dengan  voluntary turnover intention (5) Untuk mengetahui ada tidaknya  hubungan negatif  antara kepuasan kerja dengan voluntary turnover intention (6) Untuk mengetahui ada hubungan negatif antara kompensasi dan kepuasan kerja dengan voluntary turnover intention.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Perusahaan  Garmen Al-Waqi’ah Kota Probolinggo.  Data kompensasi, kepuasan kerja dan voluntary turnover intention diperoleh melalui skala Likert. Data-data tersebut juga didukung dengan hasil wawancara langsung dengan Direktur Utama serta karyawan perusahaan.

Hasil penelitian adalah : (1) Sebagian besar karyawan (53,33%) mempersepsi bahwa kompensasi yang diterima telah sesuai, (2) Sebagian besar karyawan (70%) memiliki tingkat kepuasan kerja yang rendah, (3) Sebagian besar karyawan (60%) memiliki intensitas voluntary turnover intention rendah, (4) Hasil analisis persepsi mengenai kompensasi memiliki hubungan negatif dengan voluntary turnover intention sebesar   - 0,219 (dengan signifikansi 0,122 >0,05) (5) Hasil analisis mengenai kepuasan kerja memiliki hubungan negatif dengan   voluntary turnover intention  sebesar -0,384 (dengan signifikansi 0,018 < 0,05) (6) Hasil analisis mengenai kompensasi dan kepuasan kerja memiliki hubungan negatif dengan voluntary turnover intention sebesar  0,384 (dengan signifikansi 0,115 >0,05).

Berdasarkan hasil penelitian disarankan: (1) Perusahaan menerapkan sistem kompensasi yang adil dan transparan (2) perusahaan diharapkan mampu menciptakan quality of work life melalui penempatan karyawan sesuai bakat dan minatnya (3) Karyawan diharapkan menyampaikan semua keluhan, harapan dan aspirasinya terhadap perusahaan melalui perwakilan karyawan atau serikat pekerja (4) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menguji ulang model penelitian ini dengan menambah variabel-variabel baru seperti motivasi, budaya organisasi, kepemimpinan,  komitmen organisasi dan lingkungan kerja.