Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

hubungan antara pola asuh permisif orangtua dengan perilaku cybersex remaja akhir

Veronika .

Abstrak


ABSTRAK

 

Veronika. 2012. Hubungan Antara Pola Asuh Permisif Orangtua dengan Perilaku Cybersex Remaja Akhir. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Adi Atmoko, M.Si., (II) Ika Andrini Farida, S.Psi, M. Psi.

 

Kata kunci: pola asuh permisif orangtua, perilaku cybersex, remaja akhir

 

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran (1) pola asuh permisif orangtua remaja akhir, (2) perilaku cybersex remaja akhir, (3) hubungan antara pola asuh permisif orangtua dengan perilaku cybersex remaja akhir.

Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang angkatan 2009-2011 dengan jumlah sampel 250 orang, dengan rancangan penelitian deskriptif dan korelasional. Teknik sampel yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala pola asuh permisif orangtua dengan reliabilitas alpha cronbach  0,965 dan skala perilaku cybersex dengan reliabilitas alpha cronbach 0,968. Validitas instrumen menggunakan uji validitas isi dengan product moment pearson.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat pola asuh permisif remaja akhir berada pada kategori sedang (91,6%), rendah (5,8%), tinggi (3,6%); (2) tingkat perilaku cybersex berada pada kategori sedang (80,45%), rendah (15,2%), dan tinggi (4,4%); (3) terdapat hubungan  positif yang signifikan antara pola asuh permisif orangtua dengan perilaku cybersex remaja akhir dengan korelasi product moment pearson (rxy = 0,165, p = 0,009 < 0,05), namun hasil korelasi tergolong kecil.

Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada (1) remaja akhir untuk mengendalikan perilaku cybersex dengan melakukan kegiatan yang positif (2) orangtua untuk meminimalkan pola asuh permisif dengan menerapkan bimbingan dan kontrol yang cukup kepada remaja (3) peneliti selanjutnya untuk dapat menggunakan desain penelitian lain dengan menyempurnakan atau menambah variabel independent dari penelitian ini (4) penyedia jasa warnet untuk mengontrol aktivitas pengguna jasa warnet dengan cara tidak memberi sekat diantara pengguna warnet yang satu dengan yang lain.