Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG EMPATI PERAWAT DENGAN TINGKAT PAIN (NYERI) PADA PASIEN RAWAT INAP RUMAH SAKIT WAVA HUSADA, KEPANJEN, MALANG

NILA ARIFIAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Arifiah, Nila. 2012. Hubungan Persepsi tentang Empati Perawat dengan Tingkat Pain (Nyeri) pada Pasien Rawat Inap RS. Wava Husada Kepanjen, Malang. Skripsi. Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Adi Atmoko, M.Si, (II) Diantini Ida Viatri, S.Psi., M.Si.

 

Kata Kunci : persepsi, empati, tingkat pain (nyeri),

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran: (1) persepsi empati, (2) tingkat nyeri, (3) hubungan antara persepsi tentang empati perawat dengan tingkat nyeri. Desain penelitian ini adalah deskriptif  korelasional. Variabel yang diteliti adalah variabel persepsi empati dan tingkat nyeri.  Instrumen yang digunakan adalah skala persepsi empati menggunakan validitas isi dengan product moment pearson dengan rentang skor mulai 0,216-0,763 dan reliabilitas alpha cronbach 0,913. Sedangkan variabel tingkat nyeri menggunakan skor PRI dari McGill Pain Questionnaire menggunakan validitas cohen-kappa dengan 0,742 dan reliabilitas Alpha Cronbach 0,773. Populasi penelitian ini adalah pasien rawat inap bulan April, 2012 yang berjumlah 337 pasien dan Sampel menggunakan teknik purposive incidental sampling 40 pasien dengan golongan diagnosa umum pasien bedah, obstetrik, paru-paru, dan penyakit dalam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persepsi pasien tentang empati perawat sebagian besar positif (65%), (2) tingkat nyeri sebagian besar berada dalam klasifikasi rendah (67,5 %), (3) ada hubungan negatif antara persepsi tentang empati perawat dengan tingkat nyeri pada seluruh pasien subyek penelitian dengan koefisien korelasi spearman brown -0,739, (4) ada hubungan negatif antara persepsi tentang empati perawat dengan tingkat nyeri pada golongan pasien bedah dengan koefisien korelasi product moment -0,628, (5) ada hubungan negatif antara persepsi tentang empati perawat dengan tingkat nyeri pada golongan pasien obstetrik dengan koefisien korelasi product moment -0,629, (6) ada hubungan negatif antara persepsi tentang empati perawat dengan tingkat nyeri pada golongan pasien paru-paru dengan koefisien korelasi product moment -0,716, (7) ada hubungan negatif antara persepsi tentang empati perawat dengan tingkat nyeri pada golongan pasien penyakit dalam dengan koefisien korelasi product moment -0,676.

Berdasarkan hasil penelitian disarankan: (1) pasien diharapkan dapat mengubah pandangan luhur terhadap perawat sebagai tugas mulia agar bisa menjadikan persepsi terhadap pelayanan perawat menjadi positif, (2) bagi perawat diharapkan meningkatkan pemahaman dan perhatian terhadap pasien serta sikap dan komunikasi yang baik dan percaya diri, ( 3) bagi rumah sakit diharapkan menambah pelatihan keterampilan interpersonal bagi perawat dan memperbarui kebijakan tentang penatalaksanaan diagnosa nyeri, ( 4) bagi peneliti berikutnya dapat meneliti faktor lain (selain persepsi tentang empati perawat).