Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Resiliensi dan Stres Kerja Pada Guru di SMA Negeri 2 Lumajang

Femmi Nurmalitasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Nurmalitasari, Femmi. 2012. Hubungan Antara Resiliensi dan Stres Kerja Pada Guru di SMA Negeri 2 Lumajang. Skripsi, Jurusan Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Fattah  Hanurawan, M.Si, M.Ed.  (II) Diantini Ida Vitrie, S.Psi, M.Si.

 

Kata kunci: resiliensi, stres kerja

 

Reseliensi  adalah  kemampuan  seseorang  untuk  bangkit  kembali  dalam mengatasi  segala  tekanan-tekanan.  Pada  dasarnya  setiap  guru  memiliki kemampuan  bertahan  dalam  menghadapi  kondisi-kondisi  yang  tidak menyenangkan. Tetapi kualitas  relisiensi  setiap  individu  tidaklah  sama untuk  itu di  perlukan  faktor-faktor  penting  yang menjadi  sumber  pembentukan  resiliensi. Stress kerja adalah  suatu kondisi yang menekan atau  rasa  tertekan  yang di alami guru dalam menghadapai pekerjaanya.

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  apakah  terdapat  hubungan antara resiliensi dan stres kerja pada guru di SMA Negeri 2 Lumajang. Rancangan penelitian  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  deskriptif  korelasional.

Subyek  penelitian  ini  adalah  guru  yang  mengajar  di  SMA  Negeri  2  Lumajang sebanyak  55  guru.  Teknik  pengambilan  sampel  adalah  purposive  sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala resiliensi dan skala stres kerja. Skala resiliensi terdiri dari 39 aitem dengan reliabilitas 0,957 dan skala stres kerja terdiri  dari  57  aitem  dengan  reliabilitas  0,977.  Data  hasil  penelitian  dianalisis dengan  menggunakan  teknik  analisis  deskriptif  dan  analisis  korelasi  product moment pearson.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa  resiliensi pada guru di SMA Negeri 2  Lumajang  sebagian  besar  dalam  kategori  sedang  dengan  persentase  sebesar 41,82%  dan  stres  kerja  pada  guru  di  SMA Negeri  2  Lumajang  sebagian  besar dalam  kategori  sedang  dengan  persentase  sebesar  43,64%.  Uji  hipotesis menyimpulkan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara resiliensi dan stress kerja pada guru di SMA Negeri 2 Lumajang (rxy = -0,654; p = 0,000 < 0,05). Hal  ini  dapat  diartikan  bahwa  seseorang  memiliki  resiliensi  yang  tinggi,  maka stress kerjanya rendah dan sebaliknya resiliensi yang rendah, maka stress kerjanya tinggi.

Berdasarkan  hasil  penelitian  maka  disarankan:  (1)  Bagi  Sekolah diharapkan  ikut  berperan  serta  untuk mengadakan  kegiatan  seperti memberikan pelatihan  kepada  guru  dengan  baik  dan  tepat  sehingga  guru  mampu  mengatasi masalah  dalam melaksanakan  tugas  dengan  baik  dan  berakibat  pada  stres  kerja yang  rendah,  (2) Bagi Guru diharapkan dapat mempertahankan  resiliensi bahkan kalau  bisa  meningkatkan  yang  dimiliki  sehingga  mampu  menyeimbangkan masalah  yang  dihadapi    seseorang  untuk  mengurangi  stres  dalam  bekerja. Misalnya dengan mengikuti kegiatan  seminar, pelatihan-pelatihan  serta outbond, (3) Bagi Peneliti Selanjutnya diharapkan dapat menambah-kan hal-hal yang masih kurang  dari  penelitian  ini.  Selain  itu,  diharapkan  agar  lebih  mengembangkan variabel  yang  akan  diteliti  dan  dalam  pengambilan  data  agar  lebih  ditingkatkan sehingga hasil yang diperoleh akan lebih baik.