Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN SOCIAL INTELLIGENCE DENGAN PERILAKU DELINKUENSI PADA NAPI REMAJA PENGHUNI LEMBAGA PEMASYRAKATAN ANAK (LAPAS KLAS II A ANAK) BLITAR

DHINNA FITRIANI

Abstrak


ABSTRAK

 

Fitriani, Dhinna. 2012. Hubungan Social Intelligence dengan Perilaku Delinkuensi pada Napi Remaja Penghuni Lembaga Pemasyarakatan Anak ( Lapas Klas II A Anak) Blitar. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si, (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Psi.

 

Kata kunci: social intelligence, perilaku delinkuensi, napi remaja di Lembaga Pemasyarakatan Anak.

 

Perilaku delinkuensi sangat marak di era globalisasi saat ini,dapat di ketahui dari fenomena yang terjadi seperti pencurian, permerasan, penganiayaan dan pembunuhan yang menjadi masalah yang merugikan bagi orang lain maupun masyarakat di sekitarnya. Fenomena ini terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas II A Blitar. Remaja yang melakukan perilaku delinkuensi dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya social intelligence. Sebagai faktor interrnal, penerapan social intelligence akan berpengaruh dalam membentuk perilaku delinkuensi. Selain itu sebagai faktor eksternal, antara lain keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan sekitar dan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah ada hubungan antara social intelligence dengan perilaku delinkuensi pada napi remaja penghuni Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas II A Blitar. Penelitian dilakukan pada napi remaja penghuni LAPAS Klas II A Blitar. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif dan korelasional. Sampel penelitian adalah laki-laki berusia 13 -17 berjumlah 40 orang.

Teknik pengambilan sampel adalah random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala Social Intelligence dengan menggunakan metode likert dan Dokumentasi Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas II A Blitar. Skala social intelligence terdiri dari 43 aitem dengan taraf signifikansi 5% dengan rtabel = 0,312 dan reliabilitas 0,904. Analisis deskriptif  berdasarkan kategori   tingkatan harga mean dan standar deviasi. Analisis korelasi menggunakan formula korelasi Spearman dengan taraf signifikansi 5%. Analisis menggunakan program SPSS 20.00 for Windows.

Hasil analisis deskriptif menunjukkan social intelligence yaitu: 17 orang atau 42,5% masuk dalam kategori sedang dan perilaku delinkuensi 17 orang atau 42,5% dalam kategori sedang. Dari hasil korelasi menunjukkan rxy = -0,015 dengan p = 0,925, p > 0,05. Dengan demikian hipotesis penelitian yang berbunyi “Ada hubungan antara social intelligence dengan perilaku delinkuensi” ditolak. Artinya tidak ada hubungan yang singnifikan antara social intelligence dengan perilaku delinkuensi. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan remaja dapat mengontrol perilaku delinkuensi  terhadap segala perilakunya dengan lebih aktif dalam kegiatan ekstra kurikuler; untuk pihak Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas II A Blitar disarankan memberikan dukungan dan fasilitas pada narapidana agar mereka dapat beradaptasi dan dapat mengembangkan keterampilan bersosialisasi