Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemampuan Self Disclosure dan Psychological Well Being ditinjau dari Keutuhan Keluarga pada Siswa SMP Negeri 21 Malang

Hilmia Nabila

Abstrak


ABSTRAK

 

Nabila, Hilmia. 2012. Kemampuan Self Disclosure dan Psychological Well Being ditinjau dari Keutuhan Keluarga pada Siswa SMP Negeri 21 Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, FPPsi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M.Si., (II) Diyah Sulistiyorini, S.Psi, M.Psi.

 

Kata Kunci: self disclosure, psychological well being, keutuhan keluarga

 

Memiliki keutuhan keluarga merupakan harapan bagi semua orang. Keutuhan keluarga adalah keutuhan dalam struktur keluarga, artinya bahwa didalam keluarga itu ada ayah, ibu dan anak-anaknya. Apabila tidak ada ayah atau ibu atau bahkan keduanya, maka struktur keluarga itu tidak utuh lagi. Keutuhan suatu keluarga memang bukan hanya dilihat dari segi struktur keluarganya saja, namun interaksi antara anak dengan orangtua juga merupakan salah satu faktor yang penting dalam suatu keluarga karena hal itu juga akan dapat mempengaruhi perkembangan anak khususnya dalam perkembangan self disclosure dan psychological well being-nya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) self disclosure ditinjau dari keutuhan keluarga, 2) psychological well being ditinjau dari keutuhan keluarga, 3) ada tidaknya perbedaan  self disclosure ditinjau dari keutuhan keluarga, 4) ada tidaknya perbedaan psychological well being ditinjau dari keutuhan keluarga.

Desain atau rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian deskriptif dan komparatif. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial.

Berdasarkan analisis deskriptif menunjukkan bahwa: 1)  kemampuan self disclosure siswa yang berasal dari keluarga utuh lebih tinggi daripada kemampuan self disclosure siswa dari keluarga tak utuh, 2) kemampuan psychological well being siswa yang berasal dari keluarga utuh lebih tinggi dari pada psychological well being siswa dari keluarga tak utuh. Sedangkan untuk analisis Inferensial menggunakan Uji-t untuk Menguji Hipotesis. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa : 1) self disclosure siswa dari keluarga utuh lebih tinggi daripada self disclosure siswa dari keluarga tak utuh, 2) psychological well being siswa dari keluarga utuh lebih tinggi daripada psychological well being siswa dari keluarga tak utuh. Dari hasil uji statistik menggunakan uji-t independen sampel, untuk uji hipotesis 1 (self disclosure) sebesar 19,931 dengan signifikansi sebesar 0,000. Sedangkan untuk uji hipotesis kedua (psychological well being) sebesar 26,122 dengan signifikansi sebesar 0,000. Maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan self disclosure dan psychological well being ditinjau dari keutuhan keluarga pada siswa SMP Negeri 21 Kota Malang.

Berdasarkan penelitian ini maka disarankan agar keluarga remaja yang berasal dari keluarga tak utuh hendaknya menciptakan suasana yang dapat mendukung kondisi psikologis remaja yang menurun.  Bagi remaja yang berasal dari keluarga tak utuh, hendaknya lebih bersikap terbuka atas pikiran, tindakan, perilaku, maupun keadaan diri mereka agar psychological well being mereka dapat meningkat. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan  memperhatikan aspek-aspek lain yang dapat mempengaruhi masing-masing variabel seperti misalnya jenis kelamin, tipe kepribadian, serta tingkat pendidikan.