Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Kematangan Emosi ditinjau dari Kebutuhan Akan Cinta Pada Mahasiswi di Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang

Ruud Ayu Dewanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Dewanti, Ruud Ayu. Perbedaan Kematangan Emosi ditinjau dari Kebutuhan Akan Cinta Pada Mahasiswi di Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si, (II) Pravissi Shanti, S.Psi, M.Psi.

 

Kata kunci: Kematangan emosi, kebutuhan akan cinta, mahasiswi

 

Sebagai individu yang telah memasuki tahap perkembangan dewasa awal salah satu permasalahan yang tidak bisa lepas dari kehidupan seorang mahasiswi adalah permasalahan cinta. Hal tersebut tidak bisa lepas dari salah satu tugas perkembangan masa dewasa awal yaitu mencari pasangan, disisi lain mahasiswi adalah manusia yang tidak pernah lepas dari kebutuhan akan cinta. Kebutuhan akan cinta adalah suatu perasaan yang dibutuhkan oleh manusia agar manusia dapat berkembang dan bersosialisasi, dikarenakan manusia adalah makhluk yang tidak bisa berpisah antara satu sama lain. Mahasiswi dalam menghadapi suatu permasalahan membutuhkan kematangan emosi. Kematangan emosi merupakan suatu keadaan dimana seorang individu telah mencapai keberhasilan dalam mengelola emosinya dengan lebih baik yang memiliki ciri-ciri antara lain kontrol emosi, pemahaman diri, dan penggunaan fungsi kritis.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kematangan emosi ditinjau dari kebutuhan akan cinta pada mahasiswi di Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif karena peneliti akan mendeskripsikan atau menggambarkan berdasarkan datadata mengenai tingkat kematangan emosi dan kebutuhan akan cinta, serta perbedaan kematangan emosi ditinjau dari kebutuhan akan cinta pada mahasiswi di Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswi yang telah memasuki tahap perkembangan dewasa awal dengan karakteristik berusia 20-22 tahun yang sedang menempuh pendidikan di Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang dengan populasi berjumlah 130 orang.

Untuk menganalisis data menggunakan statistik inferensial parametrik yaitu Independent Sample Test untuk mengetahui perbedaan kematangan emosi ditinjau dari kebutuhan akan cinta. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan kematangan emosi ditinjau dari kebutuhan akan cinta pada mahasiswi di Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang yang dibuktikan dengan nilai yang diperoleh dari uji Independent Sample Test sebesar (t= 0,954) dengan signifikansi (0,344 > 0,05). Selain itu, dalam penelitian ini ditemukan bahwa terdapat perbedaan kebutuhan akan cinta berdasarkan status hubungan pada mahasiswi di Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada: 1) mahasiswi pada saat seseorang menjalankan suatu hubungan romantis, tinggi atau rendahnya kematangan emosi seseorang akan terlihat seiring dengan berjalannya waktu, maka penting bagi pasangan untuk saling memahami satu sama lain. Apabila mahasiswi menginginkan hubungan cinta yang berkualitas maka dibutuhkan sikap saling memahami kekurangan dan kelebihan masing-masing. Ketika ada salah satu dari pasangan yang memiliki kematangan emosi rendah maka disarankan bagi pasangannya untuk berusaha memahami dan membimbing kearah kematangan yang lebih baik. 2) peneliti selanjutnya agar menambah metode penelitian supaya didapat subyek penelitian yang lebih akurat sesuai dengan kriteria yang diinginkan serta menambah jumlah subyek penelitian agar diperoleh data yang lebih akurat.