Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Kecemasan Calon Mempelai Wanita Dalam Menghadapi Perkawinan Ditinjau dari Urutan Kelahiran di Kecamatan Pakis Malang

Arief Wicaksono

Abstrak


ABSTRAK

Wicaksono, Arief. 2012. Perbedaan Kecemasan Calon Mempelai Wanita Dalam Menghadapi Perkawinan Ditinjau dari Urutan Kelahiran di Kecamatan Pakis Malang. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Fattah Hidayat, S.E., S.Psi., M.Si. (2) Ika Andrini Farida, S.Psi., M.Psi.

 

Kata kunci: kecemasan menghadapi perkawinan, urutan kelahiran.

 

Setiap orang yang menghadapi perkawinan akan mengalami kecemasan, namun tinggi rendahnya kecemasan dipengaruhi oleh karakter yang dimiliki. Penelitian terhadap urutan kelahiran menunjukkan bahwa dari anak-anak hingga dewasa dapat menjadi faktor yang kuat dalam menentukan jenis karakter kepribadian yang dilakukan individu sepanjang rentang kehidupan.Hal ini menimbulkan perbedaan karakteristik kepribadian anak dan bagaimana dia menjalani kehidupan sosialnya (Hurlock, 1990). Penelitian ini ditujukan untuk mengungkap deskripsi kecemasan calon mempelai wanita dalam menghadapi perkawinan ditinjau dari urutan kelahiran anak sulung, anak tengah, dan anak bungsu di Kecamatan Pakis Malang.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan komparatif, sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling.Teknik analisis yang digunakan adalah teknik one way anova. Jumlah subjek sebanyak 90 orang yang terdiri dari anak sulung sejumlah 30 subjek, anak tengah sejumlah 30 subjek, dan anak bungsu sejumlah 30 subjek. Penelitian menggunakan skala kecemasan menghadapi perkawinan yang dikembangkan oleh peneliti, yang disusun berdasarkan premarital predictor (Larson & Holman, 1994).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan calon mempelai wanita di Kecamatan Pakis Malang masuk kategori cukup. Masing-masing anak sulung, anak tengah, dan anak bungsu di Kecamatan Pakis Malang memiliki kategori kecemasan cukup. Dari hasil perhitungan p sebesar 0,000 < 0,005, maka ada perbedaan kecemasan menghadapi perkawinan apabila ditinjau dari urutan kelahiran. Kecemasan calon mempelai anak tengah lebih rendah dari anak sulung dan kecemasan calon mempelai anak sulung lebih rendah dari anak bungsu.

Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan bagi calon mempelai wanita dapat lebih meningkatkan kemandirian, kerjasama, minat sosial yang baik serta meningkatkan motivasi dalam menghadapi masalah-masalah perkawinan, baik yang menyangkut di dalam keluarga, keluarga calon pasangan, lingkungan, dan masyarakat. Bagi orang tua diharapkan memperlakukan seorang anak dengan tugas perkembangannya. Dengan demikian, seorang anak semakin mantap melakukan persiapan kehidupan rumah tangga sesuai dengan tugas perkembangan dan kematangannya. Bagi peneliti selanjutnya dengan tema yang sama, diharapkan agar memperluas wilayah penelitian untuk menambah sampel penelitian, memperluas variabel penelitian dan juga melakukan penelitian sejenis dengan pendekatan kualitatif agar mendapat dasar teori kecemasan menghadapi perkawinan di Indonesia.