Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Prokrastinasi Akademik Dan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Yang Aktif Dan Tidak Aktif Berorganisasi

Nikmatusolikah .

Abstrak


ABSTRAK

 

Nikmatusolikah. 2008. Perbedaan Prokrastinasi Akademik dan Tingkat Stres pada Mahasiswa Aktif dan Tidak Aktif Berorganisasi di Universitas Negeri Malang,  Jurusan  Psikologi  Fakultas  Pendidikan  Psikologi  Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M. Si, Psikolog (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi., M. Psi.

 

Kata Kunci: Prokrastinasi Akademik, Stres, Mahasiswa

 

Mahasiswa  yang  mempunyai  kewajiban  untuk  melakukan  dua  aktivitas sekaligus  (belajar  dan  berorganisasi) membutuhkan  time management  yang  baik sehingga  tidak  melakukan  prokrastinasi  akademik  (kecenderungan/perilaku menunda-nunda  untuk  menyelesaikan  tugas)  serta  dapat  menghindari  stress (keadaan  terbeban,  tegang  dan  cemas  karena  adanya  ketidakseimbangan  antara tuntutan dan kemampuan respon untuk beradaptasi).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat prokrastinasi pada mahasiswa yang aktif dan tidak aktif  berorganisasi,  mengetahui  bagaimana  tingkat  stres  pada  mahasiswa  yang aktif  dan  tidak  aktif  berorganisasi,  serta  mengetahui  perbedaan  prokrastinasi akademik  dan  tingkat  stres  pada  mahasiswa  yang  aktif  dan  tidak  aktif berorganisasi di Universitas Negeri Malang.

Populasi  penelitian  ini  adalah  mahasiswa  fakultas  sastra  Universitas Negeri  Malang.  Sampel  yang  digunakan  sebanyak  50  mahasiswa  yang  aktif berorganisasi dan 50 mahasiswa yang  tidak aktif berorganisasi di Fakultas  sastra Universitas Negeri Malang.  Instrumen  penelitian  untuk mengukur  prokrastinasi akademik menggunakan Skala Prokrastinasi Akademik dan  instrumen penelitian untuk mengukur stres menggunakan Skala Hassles Assessment Scale. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif komparatif.

Berdasarkan  analisis  deskriptif  prokrastinasi  akademik  pada  mahasiswa yang  aktif  berorganisasi  diperoleh  hasil  bahwa  38%  (19  mahasiswa)  dalam kategori  sedang  dan  prokrastinasi  akademik  pada  mahasiswa  yang  tidak  aktif berorganisasi diperoleh hasil bahwa 44% (22 mahasiswa) dalam kategori sedang.

Berdasarkan  analisis  deskriptif  tingkat  stres  pada  mahasiswa  yang  aktif berorganisasi  diperoleh  hasil  bahwa  60%  (30 mahasiswa)  dalam  kategori  tinggi dan  tingkat  stres  pada mahasiswa  yang  tidak  aktif  berorganisasi  diperoleh  hasil bahwa  42%  (21  mahasiswa)  dalam  kategori  rendah.  Berdasarkan  analisis komparatif  prokrastinasi  dan  stres  diperoleh  sig  0,000