Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Kematangan Emosi dan Locus of Control dengan Sikap terhadap Induced Abortion pada Mahasiswi S1 Psikologi Universitas Negeri Malang Angkatan 2009 dan 2010

Pepita Christianda Apriasta

Abstrak


ABSTRAK

 

Apriasta, Pepita Christianda. 2012. Hubungan Kematangan Emosi dan Locus of Control dengan Sikap terhadap Induced Abortion pada Mahasiswi S1 Psikologi Universitas Negeri Malang Angkatan 2009 dan 2010. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Fattah Hidayat, S.Psi., S.E., M.Si., (2) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi.

 

Kata kunci: kematangan emosi, locus of control, sikap terhadap induced abortion

 

Aborsi yang disengaja atau induced abortion marak terjadi di Indonesia dan sekitar 700 ribu pelakunya adalah remaja di bawah 20 tahun. Perilaku ditentukan oleh intensi dan intensi dibentuk salah satunya oleh sikap sehingga menyelidiki sikap remaja terhadap induced abortion menjadi penting untuk mengetahui kemungkinan perilaku remaja berkenaan dengan aborsi yang disengaja di masa mendatang. Sikap terhadap induced abortion dihubungkan dengan variabel lainnya, yakni kematangan emosi yang membuat individu dapat mengekspresikan emosinya dengan cara yang dapat diterima secara sosial dan locus of control yang merupakan keyakinan individu atas sumber kontrol dari peristiwa dalam hidup individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara: 1) kematangan emosi dengan sikap terhadap induced abortion, 2) locus of control dengan sikap terhadap induced abortion, dan 3) kematangan emosi dan locus of control dengan sikap terhadap induced abortion.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dan korelasional untuk mengetahui hubungan kematangan emosi dan locus of control dengan sikap terhadap induced abortion. Subyek penelitian adalah 48 mahasiswi Psikologi Universitas Negeri Malang angkatan 2009 dan 2010 dengan rentang usia 18 sampai 22 tahun. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala, yakni skala kematangan emosi (α=0,901), skala locus of control (α=0,776), dan skala sikap terhadap induced abortion (α=0,970). Pengumpulan data diambil dari pilihan jawaban subyek pada ketiga skala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat hubungan negatif antara kematangan emosi dengan sikap terhadap induced abortion (r= -0,303; sig.0,05), dan 3) tidak terdapat hubungan antara variabel kematangan emosi dan locus of control secara bersama-sama dengan sikap terhadap induced abortion.

Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan subyek dengan karakteristik yang relevan dengan fenomena induced abortion dan dengan jumlah lebih banyak, serta perlu dilakukan penambahan jumlah aitem dalam pengembangan skala locus of control. Saran bagi para remaja akhir adalah untuk mengupayakan pencapaian dan peningkatan kematangan emosi melalui katarsis, sehingga diharapkan dapat turut mengurangi angka aborsi di Indonesia.